Posisi Calderon sebagai presiden Madrid mendapat sorotan tajam setelah muncul sangkaan kalau dia melakukan kecurangan dalam sebuah siding majelis klub Bulan Desember lalu. Pria 57 tahun tersebut dituduh telah βmemakai "memakai orang yang tak punya hak pilih" untuk memberikan suara kepadanya.
Tengah pekan ini Calderon sudah menyatakan bantahannya terkait tuduhan tersebut. Bahkan beberapa jam lalu dia juga menyatakan tak akan mundur namun berniat menggelar pemilihan presiden ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βBerdasarkan rekomendasi dari dewan klub, saya memutuskan turun dari kursi kepresidenan,β ungkap Calderon seperti diberitakan Reuters. βSaya mengakui membuat kesalahan tapi bukan kekacauan. Saya pergi dengan kepala tegak.β
Vicente Boluda yang sebelumnya menjabat wakil presiden didapuk menggantikan Calderon. Pemilihan ulang presiden rencananya akan dilakukan setelah musim kompetisi ini berakhir.
Pergantian presiden klub di tengah musim dikhawatirkan akan memberi dampak buruk buat penampilan skuad Madrid di La Liga Primera. Meski belakangan punya tren bagus, Raul Gonzales cs hingga kini masih ketinggalan 12 poin dari Barcelona di puncak klasemen.
(din/din)











































