Senin (19/1/2009) dinihari WIB, Atletico harus pulang dari kandang Almeria dengan satu angka akibat hasil 1-1. Kalu Uche membawa tuan rumah unggul di babak pertama sebelum Florent Sinama Pongolle membalasnya tak lama kemudian.
Dengan demikian, Atletico masih gagal memetik kemenangan dalam tiga laga La Liga terakhir. Dua pertandingan sebelumnya dilalui Sergio Aguero cs dengan kekalahan. Ditambah dengan kekalahan dari Barcelona di Copa del Rey, hasil buruk menjadi terentang di empat pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selisih mereka dengan satu tempat di zona Liga Champions memang belum terlalu jauh. Dengan Valencia yang sementara menduduki tempat keempat, Atletico hanya defisit tiga poin.
Bila mau menunjuk hidung, maka yang harus disalahkan atas grafik menurun Atletico ini adalah Aguirre selaku arsitek yang menentukan strategi tim. Padahal, laga melawan Almeria dicanangkan oleh pria Meksiko itu sebagai tempat mendulang tiga angka.
"Melepaskan poin di rumah, seperti terjadi melawan Athletic Bilbao di pertandingan kemarin, berarti kami harus mendapat tiga poin dari sini," ujar Aguirre ketika itu dikutip Goal.
Tetapi tekanan bukan cuma sekali ini menghampiri Aguirre. Pasca kekalahan beruntun dari Barcelona dan Madrid Oktober tahun lalu, posisinya selaku entrenador juga sempat terancam. Namun Aguirre sukses melecut timnya tak terkalahkan di sembilan pertandingan.
Dari sembilan laga itu, hanya tiga laga yang diakhiri dengan hasil imbang. Sisa enam pertandingan lainnya, Atleti sukses menghadirkan kemenangan dengan cukup meyakinkan.
Namun hasil-hasil gemilang itu hanya berlangsung sampai akhir tahun 2008. Setelah itu, seperti sudah disebut di atas, Rojiblancos kalah di dua pertandingan dan sekali seri malawan Almeria.
Aguirre pun dituntut untuk melecut lagi semangat timnya. Semangat mengejar hasil positif yang pernah diperlihatkan kubunya harus diulangi. Lain dari itu, jabatan Aguirre lah yang akan dipertaruhkan.
(arp/krs)










































