Bertandang ke Olimpic Lluis Companys, Kamis (22/1/2009) dinihari WIB, kekhawatiran Josep "Pep" Guardiola akan kehadiran Pochettino yang baru ditunjuk menukangi Espanyol terbukti jadi kenyataan.
Barca-nya Guardiola harus puas pulang dari laga pertama perempatfinal Copa Del Rey itu dengan hasil 0-0. Meski kans Barca masih sangat terbuka untuk lolos, hasil itu cukup mengejutkan mengingat laju 'Los Cules' yang sedang luar biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kalah 0-1 di kandang Numancia pada awal musim, Barca selalu mampu memetik kemenangan di kandang lawan: Sporting de Gijon (1-6), Espanyol (1-2), Shakhtar (1-2), Athletic Bilbao (0-1), FC Basel (0-5), Benidorm (0-1), Malaga (1-4), Recreativo (0-2), Sporting Lisbon (2-5), Sevilla (0-3), Villarreal (1-2), Atletico Madrid (1-3) dan Osasuna (2-3)
Rekor tandang terbaik sebelum ini diukir Barca pada musim 1927/28, ketika menang delapan kali berturut-turut di kandang lawan.
Sementara hasil 0-0 lawan Espanyol juga menyudahi capaian Barca yang selalu bisa menjebol gawang lawan selama 28 laga terakhirnya. Usai kalah dari Numancia seperti telah disinggung sebelumnya, Barca lantas selalu bisa bikin setidaknya satu gol ke gawang lawan dalam setiap kompetisi yang mereka ikuti.
Sebagai catatan, Pochettino yang di laga debut membesut Espanyol ini sudah langsung berhasil meredam Barca --klub paling produktif di Liga Spanyol saat ini-- memang dikenal sebagai bek tangguh semasa masih bermain dulu.
(krs/a2s)











































