Sudah satu tahun setengah Saviola berkerja di Santiago Bernabeu tapi sangat jarang dia mengenakan kostum putihnya di lapangan. Ia gagal memenangi hati pelatih terdahulu, Bernd Schuster, maupun Ramos, sehingga teramat jarang dimainkan.
Penyerang Argentina itu belum lama ini menyuarakan lagi keluhannya. Situasi ini, katanya, telah membuat hatinya susah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wajar kalau pemain mengeluh. Saya suka pemain seperti itu ketimbang mereka tidak terganggung kalau tidak terpilih,"Β tutur sang pelatih seperti dikutip dari Goal.com.
"Berambisi itu bagus. Tapi, di sebuah tim seperti Real Madrid, kalau pemain ingin bermain setiap menit, dia sebaiknya mencari tim yang lebih kecil," sambung Ramos.
"Kalau Saviola dimainkan, saya sulit melihat siapa yang harus dipinggirkan. Pemain-pemain di depan dia telah menunjukkan konsistensi yang memberinyaΒ jaminan di tim inti."
Saat ini Ramos mengandalkan skuad penyerangnya pada Raul Gonzalez, Gonzalo Higuain, dan Klaas-Jan Huntelaar. Ia juga memiliki gelandang-gelandang berdaya serang tinggi dalam diri Wesley Sneijder, Arjen Robben, dan Rafael van der Vart, di samping tentu saja Ruud van Nistelrooy yang tak bisa main sampai akhir musim karena cedera.
(a2s/arp)











































