Sepuluh gol dari dua pertandingan terakhir cuma sekelumit kisah kebangkitan Madrid di paruh kedua ini, atau tepatnya sejak terjadi pergantian pelatih dari Bernd Schuster ke Juande Ramos. Raihan terbesar yang harus dikemukakan di sini adalah rekor sembilan kemenangan beruntun setelah kedatangan mantan pelati Sevilla dan Tottenham Hotspur.
Agregat gol yang dihasilkan Raul Gonzalez cs sungguhlah tak kalah atas apa yang sempat diukir Barca di paruh pertama lalu. Dalam sembilan pertandingan tersebut ada 22 gol yang dicetak pemain Madrid, sementara gawang Iker Casillas cuma kemasukan dua kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barca seperti sempat diakui Pep Guardiola sedikit kehilangan kilaunya dalam beberapa pekan terakhir. Dan puncak dari itu semua adalah laga dengan Espanyol dinihari tadi.
Untuk kali pertama setelah 22 pertandingan, Barcelona dipaksa bertekuk lutut, kekalahan yang terasa semakin menyakitkan karena diderita di kandang sendiri dalam laga penuh gengsi bertajuk derby. Kekalahan tersebut juga menjadi yang pertama diderita Barca atas Espanyol di kandang sendiri sejak 1982 silam.
Setelah sebelumnya terpaut jurang 12 poin, dalam tiga pekan Madrid sudah memangkas selisih tersebut menjadi hanya tujuh angka. Kondisi yang makin melebarkan peluang mereka mempertahankan titel juara mengingat masih ada 14 pertandingan tersisa, termasuk El Classico di Santiago Bernabeu pada awal Mei mendatang.
"Barcelona masih memiliki keunggulan besar, tujuh angka, dan itu jumlah yang banyak. Kami mendekat. Saya tak pernah mengatakan kalau kami sudah keluar dari balapan," ungkap Ramos merendah dalam konferensi pers usai pertandingan seperti diberitakan Goal.
Tujuh poin memang bukan jumlah yang sedikit untuk bisa dikejar. Yang jelas Madrid kini punya modal besar berupa kepercayaan diri untuk terus meraih kemenangan demi kemenangan. Sementara kondisi berseberangan justru mungkin tengah terjadi di pihak Barca.
Menderita kekalahan setelah sebelumnya terus memetik hasil maksimal plus terjadi di kandang sendiri atas musuh sekota bisa menjadi pukulan telak buat Carles Puyol dkk. Apalagi Madrid terus terus memberi tekanan dengan kemenangan yang terus didapat dan selisih poin yang semakin merapat.
"Tim ini telah berkembang secara keseluruhan. Semua pemain memiliki talenta, tapi mereka harus menggunakannya untuk membantu tim. Semua pemain mengalami kemajuan dan itu menguntungkan tim," pungkas pelatih 54 tahun itu.
(din/roz)











































