Sejak didatangkan dari Ajax Amsterdam pada bursa transfer musim dingin lalu, Huntelaar harus menunggu agak lama untuk mencetak gol pertamanya bagi El Real.
Ia baru bisa mempersembahkan gol bagi Madrid pada akhir pekan lalu, ketika berhadapan dengan Sporting Gijon. Dalam pertandingan yang dimenangi Madrid dengan skor 4-0 itu, Huntelaar mencetak gol kedua Madrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seakan ingin membuktikan bahwa gol pertama itu bukanlah sebuah kebetulan, penyerang berusia 25 tahun itu kembali mengulangi capaian serupa dalam laga melawan Real Betis. Tak tanggung-tanggung, ia langsung nambah dua gol.
Gol pertama Huntelaar datang pada menit 24. Berawal dari kesalahan kiper Betis, Ricardo, yang gagal menangkap bola crossing dengan sempurna, ia langsung menembakkan bola ke arah gawang. Madrid unggul 2-0 ketika itu.
Huntelaar akhirnya mencetak gol lagi di menit 24. Kali ini dia memanfaatkan umpan Sergio Ramos dari sisi kanan. Upaya pertamanya menjebol gawang Betis dengan tandukan memang tak membuahkan hasil, namun usaha keduanya merebound bola yang ditepis Ricardo berujung lahirnya gol ketiga Madrid.
Mencetak tiga buah gol dalam dua pekan terakhir, Huntelaar jelas tengah mengirim sinyal bahwa dirinya masih tajam, sama seperti ketika bermain di Ajax dulu, di mana ia sukses menorehkan 105 gol di semua kompetisi dalam waktu empat musim. Menarik ditunggu apakah ia bisa menjaga konsistensi permainannya ini.
Namun, sial baginya, meski bisa menunjukkkan ketajaman di level kompetisi domestik, Huntelaar tak akan bisa melakukannya di level Eropa. Pasalnya, Madrid lebih memilih Lassana Diarra sebagai pemain baru yang didaftarkan untuk fase knockout Liga Champions.
Toh demikian, Juande Ramos tak menyesali keputusannya lebih memilih Diarra ketimbang Huntelaar. "Kami harus memutuskan berdasarkan kebutuhan tim. Dengan cederanya Mahamadou Diarra dan Ruben De La Red, kami butuh Lass di lini tengah.
(roz/roz)











































