Lari Lagi, Kejar Terus

Lari Lagi, Kejar Terus

- Sepakbola
Senin, 23 Mar 2009 12:00 WIB
Lari Lagi, Kejar Terus
Jakarta - Kandidat peraih titel La Liga musim ini sudah dipastikan tinggal dua: Barcelona dan Real Madrid. Setelah sempat "jalan kaki", El Barca mulai berlari lagi -- dan El Real terus melakukan pengejaran.

Sejak pertengahan bulan ini rivalitas dua musuh bebuyutan itu kembali "stabil", dalam arti riak-riaknya belum besar lagi. Barca mulai rajin lagi memetik kemenanga, begitu pula Madrid.

Barca telah melewati periode buruknya di musim ini ketika sempat tertahan di tiga pertandingan. Berturut-turut mereka ditahan Real Betis, lalu ditekuk Espanyol dan Atletico Madrid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu itu orang bilang, Barca mulai tegang. Alam sedang berlaku "adil", bahwa ada kalanya roda berjalan pasti akan bergulir ke bawah.

Bagusnya buat fans Blaugrana, performa skuad Josep Guardiola telah membaik, bahkan seperti ketika mereka sedang keren-keren-nya, yakni mencetak kemenangan dengan banyak gol. Minggu malam tadi Xavi Hernandez dkk pesta 6-0 atas Malaga di Nou Camp.

Tiga kemenangan terakhir berturut-turut menjadikan Barca aman lagi sebagai pemuncak klasemen sementara. Selisih enam poin cukup bagus, walaupun tentu saja belum betul-betul lebar. Namun, tren menang selalu menguatkan konfidensi, termasuk bahwa mereka juga suksesΒ  mengatasi Lyon di babak 16 besar Liga Champions.

Bagaimana Real Madrid? Setali tiga uang, meskipun "pecahan" uang itu masih belum sebesar Barca, karena posisi mereka masih di bawahnya. Status Klaas-Jan Huntelaar adalah penantang di peringkat dua. Mereka ada di jalur pengejaran, sedangkan Barca di lajur mempertahankan keunggulan.

Hal buruk Madrid adalah mereka sudah tersingkir di Liga Champions, untuk kelima kalinya berturut-turut di babak 16 besar. Cara terdepak mereka juga cukup memalukan, yakni ditundukkan Liverpool 0-1 di Bernabeu, lalu dihajar 0-4 di Anfield.

Hikmah baiknya, Los Blancos terbebas dari pikiran-pikiran lain. Fokus tinggal di kompetisi domestik. Apapun yang dilakukan, semata-mata hanya untuk memburu piala Liga Spanyol di akhir musim.

Berbeda dengan Barca, tim Catalan ini masih harus membagi konsentrasinya ke tiga kompetisi: liga, Eropa, dan Copa del Rey. Yang paling mungkin untuk sedikit "diremehkan" tentu saja Piala Raja Spanyol. Namun, itu pun tak mesti demikian karena mereka tinggal melakoni partai final melawan Athletic Bilbao di bulan Mei. Kalau sudah masuk final, kenapa tidak sekalian jadi juara, bukan?

Kembali ke Madrid, hal terakhir yang layak mereka sesali adalah momen 7 Maret lalu. Ketika itu mereka ditahan 1-1 oleh Atletico Madrid, setelah menang 10 kali berturut-turut pasca ditekuk Barca 0-2 dalam debut pelatih Juande Ramos bersama Los Merengues di liga.

Namun sendatan itu sudah lewat dan Madrid sudah kembali ke jalurnya. Mereka kemudian memenangi dua laga berikutnya, dengan cukup meyakinkan pula: 5-2 di kandang Bilbao dan 3-0 atas Almeria tadi malam.

Dengan sisa 10 pertandingan, tentu saja selisih enam poin masih bisa dianggap tipis. Setiap game kini amat krusial, terpeleset sedikit saja, perubahan besar bisa terjadi. Dan jika sampai akhir April Madrid dan Barca keadaan tak banyak berubah, maka 3 Mei bisa menjadi penentu semuanya. Di tanggal itu mereka akan bertarung di Santiago Bernabeu.




(a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads