Higuain menjadi pahlawan kemenangan Madrid atas Malaga dalam lanjutan Liga Spanyol hari Minggu (5/4/2009) dinihari WIB. Aksi solonya yang brilian di menit 49 menghasilkan satu-satunya gol yang di Stadio La Rosaleda itu.
Ini adalah kali ke-17 Higuain mencatatkan namanya di papan skor di La Liga. Hal yang lebih menarik adalah dia kembali tampil sejak menit pertama, setelah difungsikan di bangku cadangan pada tiga laga sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanyakan soal ini, Higuain bersikap tenang. "Saya selalu mengeluarkan seluruh kemampuan. Terkadang kita bikin gol, terkadang tidak," ujar striker Argentina berusia 21 tahun itu.
Jika meredam Higuain yang sedang dalam musim terbaiknya saat ini, atau memarkir Huntelaar yang mulai nyetel di tiga bulan pertamanya berkarir di "Negeri Spanyol", mungkin saja Ramos akan mulai berpaling pada formasi tiga penyerang.
Opsi itulah yang dipakai pelatih asal Spanyol itu dalam laga melawan Malaga. Dari menit pertama mereka dan Raul dimainkan sekaligus. Di akhir pertandingan, hanya Huntelaar yang ditarik keluar, persisnya di menit 66.
Sejauh ini duet Higuain dan Raul memang cukup produktif karena keduanya telah menghasilkan 30 gol. Huntelaar pun tak bisa diremehkan karena dari 12 laga ia mampu mendulang delapan gol.
Meski menumpuk penyerang top terdengar 'wah', namun satu gol yang dihasilkan Madrid di gawang Malaga tentu bukan hal maksimal yang bisa diharapkan suporter El Real. Artinya, Ramos tetap harus memutuskan kebutuhan tim di setiap pertandingan. Jika Raul memang benar-benar tak tergantikan, berarti Higuain dan Huntelaar masih harus bersaing. (a2s/a2s)











































