Tiga kekalahan dari lima pertandingan terakhir, lebih-lebih setelah dipermalukan tim gurem di Piala Raja Spanyol adalah hal yang menjadi alasan mengapa kabar pendepakan Pellegrini merebak.
Di bulan Oktober ini hanya satu kali Madrid menang, yakni 4-2 atas Valladolid. Sisanya, mereka ditekuk Sevilla, Milan, Alcorcon, dan diimbangi Sporting Gijon. Statistik ini sepertinya sulit diterima oleh presiden Florentino Perez dibandingkan dengan 250 juta euro yang telah dikeluarkan di musim panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masuknya nama Spalletti dan Mancini dikait-kaitkan dengan suksesnya pelatih asal Italia jika menangani tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu. Sebelumnya ada Italiano lain yang sukses di sana, yakni Fabio Capello.
Tetapi kini masuk satu nama lagi, dan dia bukan orang Italia, melainkan kelahiran asli Spanyol; Benitez. Kabar ini dihembuskan oleh media Inggris, Daily Mail, mengingat hubungannya dengan duo pemilik The Reds, George Gillet dan Tom Hicks, memang tak begitu akur sejak musim lalu.
Benitez sendiri bukan orang baru bagi Madrid. Dirinya sempat menangani tim junior dan Tim Madrid B sebelum akhirnya hengkang ke Real Valladolid pada tahun 1995. namanya juga sempat diincar oleh Presiden Florentino Perez pada musim panas lalu, sebelum pilihan akhirnya jatuh kepada Pellegrini.
Hanya saja, Perez masih belum mau berkomentar lebih jauh soal isu ini. Ia lebih memilih untuk menenangkan suporter dengan mengatakan bahwa skuad baru Madrid musim ini masih butuh adaptasi.
"Saya ingin para fans untuk tenang. Kita kedatangan banyak pemain baru di awal musim dan mereka butuh adaptasi. Musim ini baru berjalan dua bulan dan mereka masih meraba-raba," ujarnya.
(roz/din)











































