Demi Prestasi Demi Prestise

Jelang Real Madrid Vs Barcelona

Demi Prestasi Demi Prestise

- Sepakbola
Sabtu, 24 Apr 2004 19:34 WIB
Jakarta - Real Madrid tak boleh kalah jika tak ingin kehilangan gelar La Liga; Barcelona mesti menang demi mengamankan tiket Liga Champions. Tapi keduanya tak mau malu demi fansnya.Soal terakhir acuannya pada tradisi, bahwa duel El Real versus El Barca selalu sarat emosi. Di mata para pendukungnya mereka boleh kalah dari siapapun kecuali musuh abadinya itu. Pemain boleh pindah klub, asal bukan ke rival utamanya itu. Luis Figo pasti tahu betapa tidak enaknya dimusuhi orang se-stadion. Tahun lalu ia dihujani koin, botol minuman, handphone, sampai potongan kepala babi oleh para suporter Barca, dalam pertandingan di Nou Camp. Meskipun Barca mendapat uang selangit dari penjualannya ke Bernabue, tetap saja pemain internasional Portugal itu dicap pengkhianat oleh masyarakat Catalan.Akhir pekan ini, tepatnya Senin (26/4/2004) dinihari WIB, Figo dijamin takkan mengalami nasib seperti itu lagi. Maklum, kali ini ia dan timnya bertindak sebagai tuan rumah. Namun itu bukan berarti ia akan berada dalam situasi yang lebih entent.Sampai saat ini perjalanan Real Madrid penuh bebatuan. Meski telah mendatangkan David Beckham, ternyata mereka sudah kehilangan dua dari minimal tiga tropi juara yang bisa direngkuh. Rontok di final Copa del Rey berlanjut di Liga Champions, ketika Raul Gonzalez dkk dipecundangi AS Monaco di babak perempatfinal.Celakanya, target menjuarai Liga Spanyol juga belum terpenuhi. Pergerakan mereka cenderung lambat akhir-akhir ini, sehingga Valencia berhasil menempelnya dengan ketat β€” kini hanya beda satu poin. Suasana di dressing room makin tidak enak dengan gosip-gosip miring tentang perselingkuhan Beckham.Kondisi di atas bisa runyam apabila pasukan Carlos Quieroz gagal memetik angka dari Barcelona, sementara skuad Frank Rijkaard justru sedang hot. Phillip Cocu cs tidak pernah kalah dalam 15 pertandingan terakhir. Dari yang semula sempat mendekati zona degradasi, Barca tiba-tiba sudah kembali ke papan paling atas. Tim yang dipimpin Joan Laporta itu kini berada di posisi tiga besar dengan 63 poin. Secara matematis mereka masih punya kans keluar sebagai juara karena kompetisi masih tersisa lima partai, sementara Valencia dan Real Madrid sama-sama mengumpulkan 70 poin. Artinya, jika kedua rivalnya itu terus tersandung dan nasib baik tetap memayungi Barca, bukan tidak mungkin publik Nou Camp akan menggelar pesta besar-besaran.Barca memerlukan sentakan besar setelah musim lalu dibuat hancur oleh Louis van Gaal. Waktu itu mereka hanya dapat tiket ke Piala UEFA β€” dan kini telah tersingkir di babak IV oleh Glasgow Celtic. Jatah ke Liga Champions musim depan memang telah mereka dapat, tapi finish minal di posisi kedua membuat mereka tak perlu tampil dari babak kualifikasi alias otomatis masuk penyisihan grup utama.β€œSetiap kali bertanding melawan Barcelona, Real Madrid seperti melawan sisa dunia,” ujar Quieroz. β€œTapi setidaknya hal ini mendatangkan kebersamaan pada tim kami dan mengkonsentrasikan pikiran.”Pada pertemuan pertama musim ini di Nou Camp Real Madrid menang 2-1, yang membuat Rijkaard sempat disuruh mundur oleh fansnya. Itulah kemenangan pertama Los Galacticos di tempat tersebut dalam 20 tahun terakhir. Sebaliknya, Barca belum pernah menang lagi di Bernabeu sejak 1997. Pertandingan besok juga akan diikuti Ronaldinho. Pada Desember lalu ia tak bisa memperkuat Barca karena mengalami cedera. Semoga saja bomber Real Madrid Ronaldo dalam kondisi fit, karena menyenangkan bisa menyaksikan duel kedua pemain itu di lapangan. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads