Sejak dibeli dari Werder Bremen di musim panas lalu, Oezil baru tiga kali dimainkan Jose Mourinho. Sekali dia dipasang sebagai pemain pemgganti saat Madrid menghadapi Mallorca, baru saat menang atas Osasuna dan Ajax Amsterdam dia dimainkan sejak menit pertama.
Kebintangan gelandang 21 tahun itu di Piala Dunia 2010 ternyata bukan cuma sesaat. Setidaknya dalam dua laga terakhir dalam seragam Los Merengues dia mampu memuaskan Mourinho dan yang tak kalah penting mendapat sambutan sangat hangat dari fans Madrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, dalam laga kontra Osasuna, dia juga menjadi otak di balik gol tunggal kemenangan timnya. Menggiring bola dari tengah lapangan di sisi kiri, umpan yang dia lepaskan kemudian bisa dituntaskan menjadi gol oleh Ricardo carvalho, setelah lebih dulu gagal dieksekusi oleh Ronaldo.
"Dia pemain yang spektakuler," sanjung Gonzalo Higuain usai laga di Santiago Bernabeu, Kamis (16/9/2010) kemarin. "Oezil sangat berkelas, dan dia berkembang dengan cepat," imbuh Carvalho ketika itu.
Atas performa gemilangnya dalam laga kontra Ajaz, Oezil dapat tempuk tangan meriah dari publik Santiao Bernabeu ketika dia ditarik masuk di menit 88.
Meroketnya performa Oezil berbading terbalik dengan apa yang dialami Cristiano Ronaldo. Pemain termahal di dunia itu di musim ini dianggap belum tampil maksimal ke penampilan terbaiknya.
Bukan itu saja, CR7 juga dianggap terlalu egois. Masih dalam laga menghadapi Ajax, mantan pemain terbaik dunia total melepaskan 11 tembakan namun tak satupun berujung gol. Ronaldo, sebagaimana ditulis AS, justru beberapakali membuat rekannya bingung dengan penempatan dan umpan-umpan yang dilepaskan.
"Dia sangat berhasrat mencetak gol. Dia membuang semuanya. Sebelas tembakan tanpa satupun gol. Dibutakan oleh indiviudlitasnya, bukan sesuatu yang diharapkan dari sebuah permainan kolektif," demikian tulis AS.
Elmundodeportivo malah menyebut Ronaldo menjadi pemain yang paling cepat meninggalkan lapangan saat teman-temannya masih merayakan pesta kemenangan atas Ajax di tengah lapangan bersama fans.
Ronaldo beberapa hari lalu juga membuka konfrontasi dengan fans Madrid. Tak tahan dengan teriakan dan tiupan peluit yang dibunyikan fans saat Madrid bermain buruk, dia meminta Madridista meniru fans Manchester United, yang memilih diam saat tim atau pemain kesayangannya bermain buruk.
Beberapa hari berselang Jose Mourinho sempat mengeluarkan pembelaan dengan menyebut Ronaldo tak bermaksud menyerang fans. Namun itu jelas tak cukup memuaskan fans Los Blancos, setidaknya sampai sang winger bisa tampil menawan dan mencetak gol kembali.
(din/roz)











































