Barca baru saja mencapai kata sepakat dengan Qatar Foundation. Imbas dari perjanjian selama lima tahun tersebut, El Barca bakal menerima dana sebesar 30 juta euro (sekitar Rp 357 miliar) setiap musimnya mulai 2011/2012. Sebagai kompensasinya, tentu saja Qatar Foundation berhak memasang logo mereka di jersey Azulgrana.
Kebijakan ini tidak lazim dilakukan Barca. Selama 111 tahun, tim Catalan tersebut tak menerima dana komersil dari pemampangan sponsor di jersey mereka. Hal inilah yang kemudian dikritik oleh Cruyff.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita telah menjual keunikan ini untuk sekitar enam persen dari budget. Saya paham bahwa kita lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan. Tapi biar bagaimana pun, dengan menjual kaos ini telah menunjukkan bawa kita tidak kreatif. Dan kita jadi vulgar," lanjut mantan pelatih Barca di tahun 1988β1996 ini.
Pria yang disebut sebagai penanam gaya Tiki-taka di BarcelonaΒ itu pun menyarankan Barca untuk menghentikan kerjasama dengan Unicef karena telah punya 'gandengan' baru.
"Kalau memang keadaan begitu buruk, harusnya kita membatalkan kerjasama dengan Unicef karena kita membayar untuk memasang logo mereka di kostum kita," pungkasnya.
(krs/arp)











































