Pujian & Simpati Laporta untuk Ronaldo

Pujian & Simpati Laporta untuk Ronaldo

Kris FW - Sepakbola
Rabu, 12 Sep 2012 16:39 WIB
Pujian & Simpati Laporta untuk Ronaldo
REUTERS/Sergio Perez
Barcelona - Kisah "galau" Cristiano Ronaldo kembali mengundang komentar. Kini giliran Joan Laporta, bekas presiden klub Barcelona yangΒ notabene rival abadi Madrid, yang bukan cuma bersimpati tetapi juga memuji-muji Ronaldo.

Akhir pekan lalu Ronaldo tidak merayakan gol-golnya untuk Real Madrid ke gawang Granada. Usai pertandingan si pemain Portugal mengaku dirinya sedang sedih, tanpa merinci alasannya.

Aneka komentar, reaksi, dan spekulasi pun bermunculan. Salah satunya kini dilontarkan oleh Laporta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada banyak orang di sekitarnya jadi aku tak tahu kenapa ia sedih. Aku memahami kalau ia adalah sosok yang berada di bawah banyak tekanan dan ia pun manusia biasa, dan kita semua terpengaruh atas hal-hal di sekeliling," kata Laporta di Football Espana.

"Hal semacam itu pun pernah aku alami beberapa kali; saat Anda mengatakan sesuatu yang Anda yakini memang benar dan Anda melihat dampak dari perkataan itu. Apapun ia mengatakan hal tersebut pasti karena ia memang sedang merasa seperti itu," paparnya.
Β 
Ada yang menduga Ronaldo "galau" karena tak lagi betah di Madrid. Ada pula yang berspekulasi kesedihan Ronaldo berkaitan dengan kontrak dan gaji.

Berhubungan dengan gaji, muncul kabar kalau El Real sudah siap menawarkan kenaikan gaji besar dalam sebuah kontrak seumur hidup untuk Ronaldo.

Laporta sendiri tidak berkomentar mengenai rumor tersebut. Ia hanya mencoba bersimpati dan memuji Ronaldo, sehingga Madrid pasti akan berusaha keras membuatnya betah dan terus bertahan.

"Cristiano adalah seorang profesional hebat dan Madrid akan melakukan segalanya untuk bikin dia gembira lagi, dan akan menemukan solusi terbaik secepatnya."

"Namun, ia jelas hidup di bawah tekanan besar dan itu tidaklah mudah. Tidak mudah mengatakan sesuatu yang datang dari dalam hati lalu melihatnya berimbas dengan brutal."

"Ia mengeluarkan pernyataan itu karena apa yang ia rasakan dan ingin mengomentari sesuatu yang tidak ada kaitannya sebagai seorang profesional," simpul Laporta.

(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads