Mulai akhir pekan ini sampai sekitar Februari 2013 mendatang Barcelona tidak akan punya pelatih utama menyusul sakit yang diderita Tito Vilanova. Untuk sementara, yang mengisi kekosongan adalah Jordi Roura, mantan analis tim lawan di era Josep Guardiola dan dapat promosi menjadi asisten pelatih di periode Vilanova.
Meski Lionel Messi cs tidak akan ditemani seorang pelatih, agak sulit rasanya memikirkan Barcelona akan langsung terpuruk di beragam kompetisi yang mereka ikuti. Keunggulan sembilan poin dari Atletico Madrid dan 13 angka dari Real Madrid bahkan diyakini akan terus terjaga, sampai Vilanova kembali ke pinggir lapangan di awal tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu hal lagi, Jordi Roura juga merupakan jebolan La Masia. Namanya memang tak pernah tenar saat bermain di bawah pelatih Johan Cruyff. Tapi yang terpenting buat Barca adalah Roura punya filosofi yang sama, identitas yang seragam dengan pemainnya.
Betapa sentralnya peran La Masia, ketimbang fungsi pelatih itu sendiri, mungkin bisa dilihat dari pergantian pelatih yang terjadi di Camp Nou. Meski awalnya banyak yang menyangsikan, Josep Guardiola kemudian justru menjadi salah satu pelatih tersukses setelah ditunjuk menggantikan Frank Rijkaard. Pun begitu dengan Vilanova, yang berhasil mengantar pasukannya menorehkan rekor start terbaik dengan memenangi 15 pertandingan dari 16 laga awal, usai mengambil tongkat estafet dari Pep.
Tak banyak perubahan taktik terjadi dari periode transisis Pep ke Vilanova, dan kondisi serupa hampir dipastikan akan terulang kali ini. Roura tinggal melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh La Masia. Barca punya individu-individu luar biasa dalam timnya, namun di saat bersamaan menyatu dan saling memahami dengan sangat solid.
"Tanpa membeberkan detil soal sisi teknis dan apakah kami akan menang atau tidak di (kandang) Valladolid pada hari Sabtu, saya hanya akan mengatakan kalau kami akan bertahan dengan staff kepelatihan kami dan dengan cara kami bekerja sebelumnya. Kami berada di tangan yang luar biasa dan saya yakin Tito akan menyaksikan kami dari televisi," tegas Direktur Olahraga Barca, Andoni Zubizarreta di AFP, seakan menegaskan keyakinannya pada kultur yang sudah dibangun La Masia.
Hal terakhir yang akan menjaga Barcelona tetap berada di jalurnya saat ini adalah motivasi. Kalah atas Madrid di perebutan gelar La Liga dan disingkirkan Chelsea di semifinal Liga Champions adalah momen kelam yang ingin secepatnya dikubur Barcelona dengan kembali mengumpulkan trofi demi trofi.
Perjuangan tersebut akan dimulai akhir pekan ini, di Stadion Jose Zorrilla, kandang Valladolid. Bisakah Barca?
(din/a2s)











































