'Alcorconazo'. Demikian istilah untuk menggambarkan kejutan dalam babak 32 besar Copa del Rey 2009β10. Saat itu Madrid yang merupakan klub raksasa Eropa dihadapkan dengan Alcorcon yang saat itu cuma bermain di kasta ketiga kompetisi Spanyol.
Digadang-gadang akan melenggang, El Real lantas justru takluk 0-4 di partai leg pertama di markas Alcoron. Madrid pun kemudian tersingkir dari Copa del Rey setelah cuma bisa menang 1-0 pada pertemuan kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari Kamis (19/12/2013) dinihari WIB giliran Madrid yang jadi tuan rumah di Santiago Bernabeu, boleh jadi dengan dihantui bayang-bayang akan terulangnya kejadian tak mengenakkan beberapa tahun lalu
"Saya tahu persis apa makna 'Alcorconazo'. Kami harus tetap bertahan karena ini adalah ajang yang penting," kata Entrenador Madrid Carlo Ancelotti di Marca.
"Kami akan bermain menghadapi sebuah tim yang sangat bagus. Mereka bertahan dengan baik. Mereka akan datang dengan strategi yang sama seperti di leg pertama dan mereka akan sangat termotivasi," prediksi si Italiano.
Dengan situasi terkini, tentu ada kemungkinan laga nanti mesti ditentukan dengan adu tos-tosan. Tapi Ancelotti ternyata tidak menyiapkan timnya dengan berlatih adu penalti.
"Kami tidak biasa berlatih untuk tendangan penalti. Itu bukan masalah teknis, itu perkara emosional," aku Ancelotti.
(krs/cas)











































