Untuk kedua kalinya berturut-turut setelah memenangi semifinal Liga Champions, Real Madrid bermain imbang di La Liga. Lebih terfokus mengincar La Decima?
Dalam persaingan sengitnya dengan Atletico dan Barcelona, Madrid kehilangan empat angka dari dua laga terakhirnya. Setelah ditahan Valencia 2-2 akhir minggu lalu, tadi malam mereka juga cuma bermain seri 1-1 melawan Valladolid.
Akibatnya, El Real malah tetap berada di posisi ketiga di klasemen sementara dengan nilai 84, di bawah Atletico (88) dan Barca (85). Kans terbesar tetaplah milik Atletico. Jika mereka menang di jornada 37, dan Barca tidak menang, maka titel itu dipastikan menjadi milik Los Colchoneros.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi Pelatih Carlo Ancelotti mengisyaratkan adanya "hambatan mental", karena timnya malah seri dua kali setelah menyingkirkan Bayern Munich di semifinal Liga Champions minggu lalu.
"Kami melakukan beberapa kesalahan, karena kami kurang energi mental untuk pertandingan seperti ini, di pengujung musim," ungkap Ancelotti dalam situs resmi Madrid, seusai ditahan Valladolid.
"Yang sedang kurang dari kami adalah energi mental. Sejauh yang saya lihat, tim ini secara fisik tidak letih. Fisik kami baik-baik saja. Memang sulit untuk mengembalikan energi (mental) itu, padahal penting di masa sekarang ini, setelah bermain di semifinal Liga Champions."
Dalam beberapa tahun terakhir ini, hampir di setiap awal musim Madrid selalu mencetuskan misi La Decima, alias memenangi Liga Champions untuk kali ke-10. Misi itu menjadi sebuah obsesi tersendiri karena sudah lebih dari satu dekade mereka tidak memenangi kompetisi itu lagi. Terakhir kali Madrid jadi juara Eropa adalah di musim 2001/2002, dengan mengalahkan Bayer Leverkusen 2-1 di final, yang gol penentu kemenangannya dicetak oleh Zinedine Zidane di akhir babak pertama lewat tendangan voli kaki kiri yang spektakuler.
(a2s/cas)










































