Kepergian Alfredo Di Stefano membuat dunia sepakbola berkabung. Satu per satu figur di dunia sepakbola memberikan ungkapan dukacita, termasuk mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson.
Di Stefano meninggal dunia pada usia 88 tahun. Dia mendapatkan serangan jantung pada akhir pekan lalu, satu hari setelah hari ulang tahunnya pada 4 Juli. Legenda sekaligus Presiden Kehormatan Real Madrid itu kemudian mendapatkan penanganan darurat sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Di Stefano kemudian tutup usia pada Senin, 7 Juli 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sir Alex setidaknya pernah satu kali melihat Di Stefano bermain langsung. Pria asal Skotlandia itu ingat betul bagaimana Di Stefano membawa Madrid menghancurkan Eintracht Frankfurt 7-3 pada final Piala Champions di Hampden Park, Glasgow, pada tahun 1960.
"Pertanyaannya sekarang adalah 'Siapa pemain terhebat sepanjang masa?'" ujar Sir Alex kepada Sky Sports.
"Ada sederet pemain hebat -- (Johan) Cruyff, (Diego) Maradona, Pele, (Ferenc) Puskas, dan Di Stefano. Di benak saya, Di Stefano adalah salah satu yang terhebat."
"Dia punya ketenangan dan keseimbangan yang luar biasa. Jika Anda melihat salah satu golnya ke gawang Eintracht Frankfurt Anda pasti paham apa yang saya bicarakan --keseimbangan yang dia miliki. Dia sungguh luar biasa."
"Yang menakjubkan waktu itu, Eintracht Frankfurt mengalahkan Rangers di semifinal, 6-3 dan 6-1. Mereka datang ke Hampden Park layaknya sekelompok dewa. Tapi, mereka dihancurkan Real Madrid di final dengan skor 7-3."
"Saat itu saya masih dalam menjadi schoolboy (usianya masih 19 tahun waktu itu, red). Waktu saya masih bermain bagi Queen's Park. Waktu itu adalah pertama kalinya --koreksi jika saya salah-- lap of honour dilakukan di akhir pertandingan. Para penggemar sepakbola di Skotlandia tidak pernah melihat permainan seperti itu sebelumnya," kata Sir Alex.
Ketujuh gol Madrid pada final itu diborong oleh Di Stefano dan Puskas. Di Stefano menyumbang tiga gol, sementara sisanya dicetak oleh Puskas. Cerita bahwa Sir Alex ikut jadi penonton di antara ratusan ribu orang yang hadir di Hampden Park waktu itu kelak akan menginspirasinya membangun tim dengan tiga trisula yang bergerak mengalir di lini depan. Ini kemudian terwujud lewat skuat Manchester United yang menjuarai Liga Champions 2007/2008.
Selain Sir Alex beberapa figur dari dunia sepakbola lainnya yang ikut mengucapkan belasungkawa adalah Johan Cruyff, Cristiano Ronaldo, hingga Lionel Messi.
(roz/roz)











































