Entrenador Barcelona Luis Enrique melakukan rotasi besar-besaran di skuatnya ketika menghadapi tim Siprus APOEL Nicosia di matchday I Liga Champions. Dibandingkan dengan starting XI di laga Barca sebelumnya, tercatat cuma dua pemain yang bertahan.
Marc-Andre ter Stegen, Dani Alves, Adriano Correia, Gerard Pique, Marc Bartra, Xavi, Sergi Roberto, Sergi Samper, dan Neymar diturunkan sedari menit awal ketika Barca menjamu APOEL, Kamis (18/9/2014) dinihari WIB.
Artinya, cuma Lionel Messi dan Munir El Haddadi yang masih dipertahankan Enrique dari skuat Barca sebelumnya--ketika memetik kemenangan 2-0 atas Athletic Bilbao akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan pun diajukan kepada Enrique mengenai rotasi besar-besarannya yang dinilai turut berimbas besar kepada skor akhir yang tipis. "Aku akan memilih tim yang sama seperti yang kita saksikan malam ini--aku akan melakukannya lagi," sahutnya di Soccerway.
"Pergerakan kami memang tidak terlalu mengalir, dan kami tahu harus berbenah dan akan menganalisis performa kami. Terkadang aku membuat kesalahan--aku pikir tidak demikian malam ini.
"Anda mungkin berpikir kami harusnya menang dengan empat atau lima gol, tapi itulah keputusanku (tentang starting XI) dan silakan Anda putuskan apakah aku benar atau keliru," beber Enrique.
Di awal musim Enrique memang sudah memberi indikasi bahwa rotasi akan senantiasa ada di Barca musim ini. Menjelang laga lawan APOEL, ia pun menegaskan masih setia dengan kebijakan awalnya tersebut. "Ketika menyusun daftar tim, aku berusaha melihat seluruh aspek dan kemudian memilih sebelas pemain yang akan menjadi paling kompetitif. Aku punya banyak pilihan dalam skuat," tutur pria 44 tahun itu.
Menilik empat pertandingan kompetitif Barca musim ini--tiga di La Liga dan satu di Liga Champions, rotasi memang jadi warna tersendiri untuk starting XI racikan Enrique yang di keempat laga itu setia menggunakan formasi 4-3-3.
Di laga lawan Elche, yang dimenangi 3-0, Enrique menurunkan Claudio Bravo di bawah mistar, dengan empat posisi bek diisi oleh Jeremy Mathieu, Dani Alves, Jordi Alba, dan Javier Mascherano. Tiga tempat di tengah jadi milik Andres Iniesta, Ivan Rakitic, dan Sergio Busquets sedangkan tiga posisi di depan ditempati oleh Rafinha, Messi, dan Munir.
Dalam kemenangan 1-0 di markas Villarreal pada laga berikutnya, Bravo masih jadi pilihan untuk menjaga gawang Barca. Mathieu, Alves, dan Alba mengisi lini belakang dengan tambahan Gerard Pique untuk menggantikan Mascherano yang dikartu merah lawan Elche. Di tengah ada Rakitic dan Busquets, plus Rafinha yang sebelumnya mengisi lini depan. Messi dan Munir sementara itu masih diplot di depan, kali ini ditemani oleh Pedro Rodriguez.
Pada laga berikutnya saat menundukkan Bilbao 2-0, ada perubahan lagi di starting XI Barca. Bravo masih setia di bawah mistar, kendati empat posisi pemain bertahan kini diisi oleh Mathieu, Alba, Martin Montoya, dan Mascherano. Lini tengah kali ini jadi milik Iniesta, Rakitic, dan Busquets, sedangkan di depan masih ada Messi, Munir, dan Pedro.
Lalu sampailah ke laga lawan APOEL, di mana Enrique membuat sembilan perubahan dalam starting XI-nya termasuk memainkan Ter Stegen sedari menit awal untuk kali pertama musim ini dan memberi debut untuk Sergi Samper di tim senior Barca.
Sejauh ini tampaknya Enrique memang tak mengenal istilah 'jangan ubah tim yang sudah terbukti bisa menang'. Ada kemungkinan ia memang belum benar-benar menemukan racikan terbaik untuk Barca, meski bukan tak mungkin kalau kebijakan rotasi memang benar-benar jadi gayanya.
Maka rotasi ala Enrique ini boleh jadi akan terus berjalan kendati sudah menuai beragam reaksi. Tak perlu heran jika nanti ada perubahan-perubahan lain, terlebih sejauh ini posisi kiper--yang biasanya jarang diutak-atik--pun tidak "aman".
"Itu sebuah posisi yang berbeda dari yang lain. Tapi aku punya tiga kiper hebat dan aku akan menggunakan mereka," ucap Enrique merujuk pada Ter Stegen, Bravo, dan Jordi Masip.
"Aku tak percaya dengan pernyataan klise mengenai kiper utama. Aku ingin mereka semua siap. Aku tak mengatakan ke mereka siapa yang akan tampil, itulah gayaku. Aku berharap kami akan mendapat hasil positif dan aku punya keyakinan buta bahwa kami akan melakukannya.
"Aku tak mengkhususkan satu kiper untuk satu kompetisi tertentu. Aku ingin mereka semua siap dan aku akan menangani mereka dengan caraku sendiri," papar Enrique di situs resmi klubnya.
Apapun juga, selama Barca terus melaju dan meraih kemenangan--sejauh ini klub Catalan itu memenangi seluruh empat laga awalnya dengan membuat tujuh gol tanpa kebobolan--para suporternya niscaya takkan terlalu keberatan dengan rotasi-rotasi Luis Enrique.
(krs/raw)











































