Jika ada salah satu transfer terbaik musim ini, bolehlah nama Toni Kroos ada di urutan teratas. Coba tanyakan kepada Real Madrid yang sekarang merasakan kontribusi pemain yang "cuma" dibeli dengan banderol 32 juta euro ini.
Kroos, dibeli dari Bayern Munich musim panas lalu, ketika pesepakbola 24 tahun itu menolak perpanjangan kontrak yang disodorkan manajemen The Bavarians. Madrid kemudian bergerak cepat menyodorkan kontrak, mengingat ada Manchester United dan beberapa klub lain yang mengincarnya.
Bak gayung bersambut, Kroos pun langsung menerima tawaran kontrak berdurasi enam tahun dan ia pun mengenakan seragam bernomor punggung 8, yang sebelumnya dipakai Kaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan demi pekan berlalu, bulan demi bulan dilewati, Kroos pun memberikan jawaban bahwa dirinya memang pantas berseragam 'Si Putih'. Dari 25 pemain yang dimiliki Carlo Ancelotti, Kroos adalah pemegang menit terbanyak di atas lapangan yakni 2.035 menit (25 laga) di seluruh kompetisi, di bawahnya ada Cristiano Ronaldo.
Sampai pertandingan melawan Cruz Azul di semifinal Piala Dunia Antarklub lalu, Kroos sudah mencatatkan 10 assist yang menjadikannya pengumpan paling banyak bersama Karin Benzema.
Rincian assist-assist Kroos adalah tujuh di La Liga, dua di Liga Champions, dan satu di Piala Dunia Antarklub. Statistik assist plus satu gol yang dibuat pria Jerman itu sudah membuktikan betapa pentingnya peran si pemain, meski baru empat bulan bergabung.
Ancelotti pun tak segan-segan menempatkan empat pemain bertipe menyerang, seperti Ronaldo, Benzema, Gareth Bale, dan James Rodriguez secara bersamaan mengingat ada Kroos yang fasih menjaga keseimbangan tim, bersama Luka Modric.
Saat melawan Cruz Azul, hanya dua dari total 59 passing Kroos yang gagal mencapai rekannya. Dia pun berhasil merebut bola tujuh kali dari lawan dan nyaris mencetak gol. Sayang dia ditarik keluar ketika laga tersisa 17 menit dan ini dilakukan semata-mata untuk menjaga kondisi Kroos agar fit di laga final.
Sebab beberapa waktu lalu Kroos sempat mengeluh kelelahan karena padatnya jumlah pertandingan selama tahun ini, baik bersama klub maupun tim nasional.
Tapi apapun alasan Kroos tersebut, setidaknya dia sudah membuktikan bahwa Madrid kini sudah bisa sepenuhnya melupakan Xabi Alonso. (mrp/din)











































