Tidak sulit untuk menyebut Barca, Madrid, dan Atletico sebagai kandidat terkuat. Argumennya mudah: Sudah empat musim terakhir posisi tiga besar ditempati oleh ketiga kesebelasan tersebut. Kali terakhir ada tim lain di luar ketiganya finis di tiga besar adalah ketika Valencia finis di urutan ketiga pada musim 2011/2012.
Selain itu, Barca, Madrid, dan Atletico juga tampak punya skuat paling siap. Ini bukan perkara di liga saja. Ketiganya juga sudah membuktikan bahwa dengan skuat yang dimiliki, mereka bisa berbicara banyak di Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim lalu, Villarreal finis di urutan keempat La Liga, sementara Sevilla di urutan ketujuh. Di antara keduanya ada Athletic Bilbao dan Celta Vigo. Athletic tampil cukup apik musim lalu, sementara Celta, bersama Eduardo Berizzo sebagai pelatih, jadi salah satu tim paling mengejutkan.
Namun, perlu diingat juga bahwa ada pergantian tampuk kepemimpinan di Villarreal dan Sevilla musim ini. Marcellino, yang membawa The Yellow Submarine tampil bagus musim lalu, sudah didepak lantaran berbeda visi dengan petinggi klub. Penggantinya adalah Fran Escriba, yang pada musim lalu menangani Getafe.
Escriba hanya mampu membawa Getafe berada di papan bawah --sebelum akhirnya ia dipecat dan Getafe terdegradasi setelah finis di urutan ke-19-- dan tawaran dari Villarreal diakuinya sebagai sebuah kejutan. "Tidak setiap hari Villarreal menghubungi Anda. Saya tahu bahwa saya akan mendapatkan tantangan berat, tapi saya tidak bisa menolaknya," ucap pelatih berusia 51 tahun itu.
Di Sevilla, tidak ada lagi Unai Emery sebagai pelatih. Pelatih 44 tahun yang mengantarkan Sevilla meraih tiga trofi Liga Europa tersebut sudah pindah ke Paris Saint-Germain. Sebagai penggantinya hadirlah pelatih asal Argentina yang dalam empat tahun sebelum ini menangani timnas Chile, Jorge Sampaoli.
Sampaoli sukses membawa timnas Chile menjuarai Copa America 2015. Selain itu, ia juga dihormati karena pemahaman taktiknya yang bagus. Di Chile, ia terkenal dengan variasi skema pressing-nya.
[Baca Juga: Variasi Skema Pressing Sampaoli]
Ini adalah pertama kalinya Sampaoli menangani sebuah klub di Eropa, sesuatu yang --diakuinya sendiri-- sudah lama ia idam-idamkan. Sampaoli membawa Sevilla memenangi seluruh enam pertandingan pramusim mereka, tetapi kalah di dua laga kompetitif pertama; pertama, dari Real Madrid di Piala Super Eropa dan kedua, dari Barcelona di leg I Piala Super Spanyol.
Selain Villarreal dan Sevilla, masih ada Valencia. Tapi, Los Che masih berusaha bangkit dari kegagalan musim lalu. Ini akan jadi pembuktian bagi Pako Ayestaran, apakah ia bisa mengangkat Valencia kembali ke papan atas, seperti ketika masih menjadi asisten Rafael Benitez dulu.
(roz/cas)










































