Benzema memang kesulitan tampil konsisten di awal musim ini meski dia selalu dipasang starter oleh pelatih Zinedine Zidane. Dia cuma bikin empat gol dari 12 pertandingan di seluruh kompetisi, termasuk sembilan kali jadi starter.
Memang Benzema masih kalah tajam ketimbang Cristiano Ronaldo atau Gareth Bale yang jadi partnernya di lini depan. Namun kehadiran Benzema kerap dianggap penting untuk permutasi di lini serang Madrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini Morata terbilang oke dengan bikin tujuh gol dari 15 penampilan meski hanya enam kali menjadi starter. Wajar saja publik ingin melihat Morata menjadi starter ketimbang Benzema.
Tapi hal itu akan sulit dilakukan mengingat Benzema adalah "anak kesayangan" Perez dan sudah tentu Zidane akan lebih memilih penyerang asal Prancis itu.
"Setiap pelatih Madrid akan selalu punya dilema untuk memilih antara Benzema dan Morata," ujar eks pelatih Madrid, Fabio Capello, seperti dikutip Soccerway.
"Saya rasa Zidane sudah menemukan solusi yang tepat. Dia menjadikan penyerang Prancis itu sebagai starter karena dia adalah kesayangan presiden, dan memainkan Morata sebagai penentu kemenangan," sambungnya.
"Saya rasa taktik Zidane adalah pilihan terbaik. Hasil-hasil yang ada membuktikan itu," tutupnya.
Dari total tujuh gol Morata, ada dua gol yang dicetak Morata di menit-menit akhir untuk menentukan kemenangan Madrid saat menghadapi Sporting CP dan Athletic Bilbao yang berakhir dengan skor 2-1.
(mrp/nds)











































