Itulah yang dialami Neymar. Superstar Barcelona mesti menerima kartu merah dalam laga melawan Malaga, Minggu (9/4/2017) dini hari WIB. Kartu merah itu dia terima sebagai akumulasi kartu kuning, yang salah satunya disebabkan karena sepatu.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Barca 0-2, Neymar menggunakan sepatu Nike Mercurial Vapor XI Motion Blur Pack berwarna paduan merah muda dan putih. Tapi pada menit ke-26, dia direpotkan tali sepatunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil membungkuk, pemain Brasil itu dengan santai membetulkannya, membelakangi Sandro Ramirez yang sudah siap melepaskan tendangan bebas. Di kejauhan, wasit Jesus Gil juga ikutan menunggu Neymar.
Saat selesai dengan urusannya, Neymar langsung berlari menuju arah Gil untuk membuat pagar betis bersama Lionel Messi. Tapi sang wasit mencegat, dan langsung memberinya kartu kuning lantaran dianggap mengulur-ulur jalannya pertandingan.
Messi sempat ikutan protes kepada Gil atas keputusannya. Tapi kuasa wasit di lapangan tidak boleh dibantah, yang membuat Neymar akhirnya cuma bisa tersenyum kecut.
Kartu kuning itu berdampak besar. Pasalnya, kartu merah yang dialaminya didapat setelah Neymar dapat kartu kuning kedua di menit 65 setelah melanggar Diego Llorente. Andai tali sepatunya tidak dipermasalahkan, mungkin Neymar tidak mengalami musibah seperti itu.
Saat berjalan meninggalkan Stadion La Rosaleda, Neymar lagi-lagi membuat ulah. Ia bertepuk tangan kepada official pertandingan yang menyebabkannya terancam sanksi lebih lama, bahkan bisa absen di El Clasico. Semua itu, lagi-lagi, ada peran sepatunya yang merepotkan.
Bukan yang Pertama
Masalah sepatu bukan yang pertama dirasakan Neymar. Musim ini, pemain berusia 25 tahun tercatat sudah tiga kali berurusan dengan sepatu Nike.
Nike pada awalnya menciptakan sepatu tersebut sesuai dengan karakteristik Neymar. Kemampuannya men-dribble bola ingin dibantu dengan sepatu yang harganya sekitar Rp 3,3 juta tersebut.
Nike mendefinisikan sepatu yang diluncurkan akhir Maret itu sebagai yang terbaik di antara koleksinya. Namun dalam tiga laga terakhir, Neymar malah terlihat bermasalah.
Foto: ist. |
Saat pertandingan melawan Granada dan Sevilla, Neymar mengganti sepatunya saat baru menggunakannya selama 10 menit. Enrique menilai hal itu sah-sah saja, sebab sebagai pemain, kenyamanan yang dihasilkan dari sepatu amatlah penting.
"Mungkin dia terganggu sesuatu yang berada di sepatunya lalu dia menggantinya. Memang cukup berisiko (saat Neymar mengganti sepatu sehingga Barca bermain dengan 10 orang), ujar Enrique di Sport.
"Tapi saya lebih suka kehilangan dia satu menit ketimbang dia ada selama 90 menit tapi tidak nyaman," imbuhnya.
Beda dengan Enrique, publik punya pandangan berbeda soal aksi Neymar yang kerap mengganti sepatunya. Banyak yang menyebut kalau itu cuma akal-akalan sang pemain mempromosikan produk Nike di lapangan.
"Neymar menggunakan setiap pertandingan untuk mempromosikan sepatu Nike dengan sangat serius. Menjengkelkan," cuap pengguna Twitter bernama @IamRaheem1_
"Ada masalah apa antara Neymar dan sepatunya? Apakah itu palsu? Anda pesepakbola, bukan pemain sirkus," timpal akun @yudhai99i.
"Kalau Neymar mengganti sepatunya tiap pertandingan untuk alasan komersil, itu sangat tidak pantas dilakukan," kicau akun @LuckyMariakh.
Nah, Anda sendiri bagaimana menilai sepatu Neymar yang merepotkan itu? (din/din)












































Foto: ist.