Kejadian tersebut bermula ketika Griezmann mengunggah sebuah foto di akun Twitter-nya. Dia berdandan ala pemain basket tahun 1980-an.
Yang menjadi persoalan adalah, Griezmann berpose turut dengan kulit yang dihitamkan dan rambut palsu dengan model afro. 'Pesta 80-an', tulis Griezmann dalam keterangan fotonya sembari membubuhkan ikon tertawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Screenshot Twitter |
Foto itu kemudian mendapatkan serangan dari warganet. Pemain internasional Prancis itu dinilai melakukan pelecehan ras. Griezmann kemudian sempat mencoba menjelaskan gambar tersebut lewat unggahan status yang lain.
"Tenang guys, saya adalah penggemar Harlem globetrotters dan masa-masa indahnya. Ini adalah sebuah tribut," tulisnya, dengan membubuhkan ikon tanda dua jari yang berarti damai.
Tapi penjelasan itu tak cukup untuk menenangkan warganet. Pada akhirnya Griezmann menghapus foto tersebut dan mengunggah status lainnya yang berisi permintaan maaf.
"Saya akui itu sesuatu yang buruk dari saya. Kalau saya menyakiti sejumlah orang, saya minta maaf," ungkapnya, yang dalam bahasa Prancis.
Griezmann sendiri musim ini belum terlalu tajam di Liga Spanyol bersama Atletico. Dia baru bikin lima gol dari 13 laga dan sempat enam laga beruntun tak mencetak gol. Dia diperkirakan akan meninggalkan Atletico di akhir musim nanti.
(raw/yna)











































Foto: Screenshot Twitter