DetikSepakbola
Kamis 15 Maret 2018, 01:14 WIB

Laporan Dari Singapura

Upaya La Liga Menancapkan Kukunya di Asia

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Upaya La Liga Menancapkan Kukunya di Asia Presiden La Liga Javier Tebas (kanan) berbicara soal upaya La Liga melebarkan pasar ke Asia (Foto: Mohammad Resha Pratama/detikSport)
Singapura - Asia adalah pasar yang besar untuk sepakbola Eropa. Oleh karenanya, La Liga pun kini fokus menggali potensi bisnis dari penonton di sana.

Premier League adalah contoh termudah bagaimana Asia bisa jadi lumbung uang untuk klub-klub di sana. Kebanyakan klub-klub besar di sana punya basis fans yang tak sedikit di benua ini.

Maka wajar jika Asia selalu jadi tujuan utama Manchester United, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan belakangan Manchester City serta Tottenham Hotspur untuk tur pramusim mereka. Bahkan klub-klub itu rela mengitari berbagai negara demi memuaskan fans mereka.

Mendekatkan klub ke para penggemar memang jadi tujuan utama, tapi ada maksud lebih besar di balik itu yakni mempertebal kocek klub itu. Saat ini pasar Asia memang salah satu yang terkuat mengingat kekuatan ekonomi dunia ada di sana, di saat Eropa sedang melemah.

Hal inilah yang lantas juga ingin disasar oleh La Liga mengingat mereka sudah tertinggal cukup jauh dalam hal pemasaran. Apalagi La Liga cuma menonjolkan persaingan antara Real Madrid dan Barcelona yang diselingi Atletico Madrid dalam beberapa musim terakhir.

Meski persaingannya tak seketat Premier League, La Liga setidaknya ingin mencoba mendekatkan diri dengan pasar Asia. Salah satunya lewat perubahan jam tayang yang kini lebih bersahabat dengan kawasan itu, seperti Indonesia, Singapura, Jepang, dan China yang punya market besar.

Biasanya dulu La Liga kerap menayangkan pertandingan di malam hari waktu Spanyol di mana orang Asia banyak terlelap tidur saat itu. El Clasico musim ini jadi contohnya ketika duel Madrid kontra Barca 23 Desember lalu dihelat pukul 22.00 WIB atau saat orang-orang Spanyol siesta alias tidur siang (sekitar pukul 16.00 waktu setempat).


"Empat tahun sudah saya jadi presiden (La Liga) dan kami berubah banyak, sepakbola Spanyol sangat mengkritik. Kami coba mengikuti waktu di Pasar Asia. saat ini sudah ada empat-enam laga yang waktunya bersahabat. Sementara di hari Sabtu ada dua laga. Kami berharap tayangan La Liga bisa lebih familiar dengan seluruh fans di dunia," ujar Presiden La Liga, Javier Tebas, dalam wawancara dengan sejumlah media termasuk detikSport di Shangri-la Hotel, Singapura, Rabu (14/3/2018) sore WIB.

"El Clasico terakhir (Desember lalu) jam 22.15 WIB dan menyesuaikan dengan waktu di Asia. Ini pasar yang sangat besar. Contoh saja saat saya ke Jepang 3-4 taun lalu, mereka bertanya kapan bisa menonton pertandingan di waktu yg pas. kami beritahu juga kepada penonton di Spanyol bahwa penonton Asia juga punya hak menonton," sambungnya.

"Ini adalah pasar yang besar. Fans di Asia begitu antusias. Ini bertujuan untuk membangkitkan kegilaan fans. Mereka tak cuma bicarakan sepakbola khususnya Premier League di weekend tapi juga sepanjang pekan. Itulah yang kami ingin lakukan juga dengan La Liga," kata Tebas.



-----------------

Dapatkan 10 merchandise menarik dari detikcom, dengan mengikuti survei ini.




(mrp/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed