Barca Didenda Rp 47,5 juta

Barca Didenda Rp 47,5 juta

- Sepakbola
Selasa, 02 Agu 2005 06:24 WIB
Jakarta - Setelah sempat tertunda selama tiga tahun, Barcelona akhirnya mendapatkan hukuman atas kekerasan yang dilakukan fansnya terhadap Luis Figo. RFEF (PSSI-nya Spanyol) menjatuhkan denda 4000 euro (setara Rp 47,5 juta). Hukuman denda yang diterima Barca merupakan buntut dari kekerasan yang dilakukan para fans Barca saat klub itu bertemu dengan Real Madrid di Nou Camp bulan November 2002.Sepanjang pertandingan, mantan pemain Barca itu mendapatkan sambutan tidak mengenakkan dari fans. Figo pun kerap menjadi sasaran timpukan fans setiap kali mengambil tendangan penjuru. Puncaknya, pertandingan harus dihentikan selama 12 menit setelah Figo menerima hujan lemparan benda keras saat hendak mengambil tendangan penjuru di suatu kesempatan. Diantara benda keras yang dilontarkan adalah botol air mineral, botol wisky, ponsel, bola golf, bola bilyar hingga kepingan logam.Usai pertandingan Barca pun dilarang menggelar laga kandang di Nou Camp sebanyak dua partai oleh RFEF. Keberatan dengan hukuman tersebut, Barca lalu mengajukan banding , namun ditolak RFEF dan Komdis Olahraga Spanyol.Belum menyerah, Barca lalu membawa kasus ini ke meja hijau. Menurut keputusan pengadilan, penalti dua pertandingan yang diterima Barca tidak boleh diberlakukan selama kasus ini dibahas. Beberapa waktu setelah kasus ini masuk pengadilan, RFEF meratifikasi peraturan soal larangan pertandingan. Menurut peraturan baru, larangan pertandingan tidak akan diberlakukan lagi, dan sebagai gantinya klub yang penontonnya berlaku tidak disiplin akan dikenai denda. Setelah peraturan baru diberlakukan, Barca mencabut kasus ini dari pengadilan. Mereka pun bersedia untuk menerima hukuman RFEF namun dengan catatan hukuman yang mereka terima adalah denda, seperti yang berlaku dalam peraturan RFEF terbaru. Dilansir Reuters, Selasa (2/8/2005), RFEF akhirnya mengabulkan permintaan Barca dan menjatuhkan denda 4000 euro. Nilai denda itu merupakan denda maksimal yang diberikan RFEF atas kasus seperti ini. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads