sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 18 Jan 2019 23:20 WIB

Beda Ancaman Hukuman Ronaldo dan Alonso Jelang Sidang Penggelapan Pajak

Putra Rusdi Kurniawan - detikSport
Cristiano Ronaldo dan Xabi Alonso menatap sidang penggelapan pajak. (Foto: Denis Doyle/Getty Images) Cristiano Ronaldo dan Xabi Alonso menatap sidang penggelapan pajak. (Foto: Denis Doyle/Getty Images)
Jakarta - Cristiano Ronaldo dan Xabi Alonso menatap sidang penggelapan pajak. Keduanya menghadapi ancaman hukuman yang berbeda.

Ronaldo dan Alonso akan menjalani persidangan kasus penggelapan pajak pada Selasa (22/1/2019) waktu Spanyol. Kasus ini terjadi saat mereka berdua bermain untuk Real Madrid.




Namun situasinya sangat berbeda. Ronaldo seperti diketahui diancam hukuman dua tahun penjara atas penggelapan pajak senilai 12,8 juta pound sterling dalam kurun 2011-2014 (Rp 235 miliar).

Pemain yang kini membela Juventus itu telah menjalin kesepakatan dengan otoritas Spanyol. Dia menerima hukuman tersebut dan juga akan membayarkan denda 16,9 juta pound (Rp 310 Miliar).

Meski menerima vonis penjara dua tahun, Ronaldo takkan perlu menjalani hukuman tersebut. Sebab dalam aturan hukum Spanyol, vonis penjara dua tahun atau kurang tak perlu menjalaninya di bui selama itu merupakan pelanggaran pertamanya.




Sementara Xabi Alonso tak seberuntung Ronaldo. Pria yang kini telah pensiun tersebut sebelumnya dituntut hukuman penjara lima tahun dan denda senilai 3,5 juta poundsterling (Rp 64 miliar), atas tuduhan penggelapan pajak yang ia lakukan pada tahun dalam rentang 2010 hingga 2012.

Pria 37 tahun ini diyakini bekerja sama dengan akuntan Zaldua Azcuenaga dan Direktur Perusahaan Jasa Komersial Kardazli Ignasi Maestre Casanova, untuk menjual hak citra dirinya secara curang. Mereka melakukannya demi mendapatkan keuntungan fiskal ilegal.

Diduga, Alonso menjual hak citranya ke Kardazli, sebuah perusahaan di Madeira, Portugal. Tapi perusahaan ini diklaim hanya dipakai sebagai perusaaan cangkang untuk mendorong uang ke sebuah grup di Panama yang dimiliki 100 persen oleh Alonso.




Jaksa penuntut menyebut tindakan Alonso merugikan Otoritas Pajak Spanyol senilai 1,78 juta poundsterling (Rp 32 miliar). Mantan pemain Bayern Munich ini menolak dakwaan tersebut pada Maret kemarin, dan bersikeras takkan menerima kesepakatan dengan otoritas.

"Saya percaya ini akan berakhir dalam muara yang baik meskipun butuh waktu yang lama, tapi saya yakin bahwa saya selalu melakukan semuanya dengan baik," tutur Alonso.

Jika terbukti bersalah, Alonso harus mendekam di penjara. (raw/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com