Profit MU Diungguli Real
Rabu, 05 Okt 2005 02:35 WIB
Jakarta - Setelah mendominasi selama delapan tahun, Manchester United harus menyerahkan predikat klub berpenghasilan tertinggi di dunia kepada klub raksasa Spanyol, Real Madrid.Dalam laporan keuangan terakhirnya, Real tercatat memperoleh profit sebesar 275,7 juta euro atau sekitar Rp 3,3 triliun dalam kurun waktu 12 bulan terhitung sampai 30 Juni 2005. Jumlah tersebut meningkat 17 persen dari penghasilan di tahun sebelumnya.Sementara MU, pendapatan tahunan terakhirnya mengalami penurunan sebesar 2,3% menjadi 249 juta euro (Rp 3,06 triliun). Bahkan untuk neraca setengah tahun berikutnya profit MU dikabarkan akan turun lebih banyak, yakni lebih dari 50%.Pemasukan terbesar Real berasal dari pos keuntungan komersial yang mencapai 42%. Pos ini berupa penjualan berbagai merchandise seperti atribut dan replika kostum pemain serta kontrak dengan para sponsor seperti Siemens, Adidas, dan Pepsi.Capaian tersebut tentunya tidak terlepas dari kebijakan Real yang selalu mendatangkan pemain-pemain bintang ke Santiago Bernabeu, mulai dari era Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo, David Beckham, sampai Robinho, yang dipercaya mendongkrak penjualan merchandise klub. Pemasukan lain diperoleh dari penjualan tiket pertandingan sebesar 26%, hak siar televisi sebesar 24%, dan hasil promosi termasuk tur ke Asia sebesar 8%.Adapun MU, klub milik konglomerat AS Malcolm Glazer itu masih mengandalkan hasil penjualan tiket pertandingan dan kompensasi hak siar televisi yang masing-masing menyumbang 36% dan 37% dari total pemasukan mereka. Sedangkan kontribusi pos commercial revenue hanya 27%.Keberhasilan Real menjadi klub berpenghasilan terbesar diprediksi akan bertahan hingga tahun depan. Bahkan jumlah keuntungan mereka diperkirakan bisa mencapai 204 juta poundsterling (Rp 4,342 triliun). Foto: Keberadaan David Beckham dipercaya mendongkrak pemasukan buat klub (Realmadrid.com). (a2s/)











































