Piala Super Spanyol dan Dugaan Sportswashing Arab Saudi

ADVERTISEMENT

Piala Super Spanyol dan Dugaan Sportswashing Arab Saudi

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 11 Jan 2020 22:12 WIB
Pertandingan Piala Super Spanyol antara Barcelona vs Atletico Madrid di Arab Saudi. (Foto: Hassan Ammar/AP Photo)

Arab Saudi Diprotes

Pertandingan Valencia vs Real Madrid digelar di Jeddah, Kamis (9/1/2020) dini hari WIB. Laga itu bertepatan dengan 600 harinya pemerintah Arab Saudi menahan aktivis perempuan, Loujain al-Hathloul dipenjara.

Bersamaan dengan kick off Valencia vs Real Madrid, di jarak 6.600 kilometer lebih, sejumlah aktivis dari Amnesty International menggelar protes di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Madrid, Spanyol. Mereka memprotes gelaran Piala Super Spanyol.

Dilansir dari CNN International, 11 orang, pria dan wanita, berpose layaknya berfoto sebelum bertanding. Mereka mengenakan kaus berwarna kuning yang isinya mendesak agar Loujain dibebaskan.

Spanduk bertuliskan 'Ayo gabung bersama kami," juga dibentangkan.

Loujain sebelumnya ditangkap pemerintah Arab Saudi pada 2018. Ia, bersama beberapa aktivis Arab Saudi lainnya, ditangkap terkait desakan perempuan diberi hak menyetir kendaraan sendiri.

Aturan itu kemudian digolkan, namun Loujain tetap ditahan dengan tuduhan perlawanan terhadap kerajaan dan dianggap berhubungan dengan pihak asing, dalam hal ini jurnalis dan diplomat asing.

Belum sampai di situ, Walid Al-Hatloul, saudara pria Loujain, menjelaskan sepupunya mendapat siksaan dan pelecehan seksual. Pemerintah Arab Saudi tidak merespons tuduhan itu.

"Selama beberapa dekade di Arab Saudi, perempuan menjadi subjek hukum yang merepresi, yang memberlakukan pembatasan pada hak untuk bepergian secara mandiri, bekerja atau belajar, yang membatasi berbagai aspek kehidupan mereka," tulis pernyataan Amnesty International.


ADVERTISEMENT