sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 14 Jan 2020 10:19 WIB

4 Dosa Ernesto Valverde di Barcelona

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Ernesto Valverde berjalan di lorong Anfield, tempat Barcelona-nya dihajar Liverpool 0-4 musim lalu. (Foto: Jan Kruger/Getty Images)
Jakarta - Ernesto Valverde dipecat Barcelona di tengah jalannya musim 2019/2020. Ia memang menjaga Barcelona tetap merajai Liga Spanyol, tapi juga punya dosa-dosa besar.

Valverde dipecat Barcelona pada Selasa (14/1/2020) pagi WIB, setelah 2,5 tahun duduk di kursi pelatih. Blaugrana lantas langsung mengumumkan penggantinya, yakni eks pelatih Real Betis Quique Setien.

Di bawah arahan Valverde, Barcelona meraih empat trofi: dua gelar Liga Spanyol dan masing-masing satu trofi Copa del Rey dan Piala Super Spanyol. Artinya dalam dua musim sebelumnya, Valverde sebenarnya mampu menjaga Blaugrana bertengger di puncak klasemen.


Tapi menguasai Liga Spanyol saja tak pernah cukup buat Barcelona, sebagaimana yang diungkapkan pemain dan pelatih legendarisnya, Pep Guardiola. Di Liga Champions misalnya, Barcelona-nya Valverde kehilangan aura usai dua kali dipermalukan.

Pada perempatfinal Liga Champions musim 2017/2018, Barcelona-nya Valverde secara mengejutkan disingkirkan AS Roma. Mengejutkan karena Lionel Messi dkk sudah unggul 4-1 di leg pertama, lalu tumbang 0-3 di Olimpico.

Kekalahan itu pada prosesnya menjadi momen traumatis buat Barcelona. Di semifinal musim berikutnya, Barcelona yang sudah unggul 3-0 atas Liverpool di leg pertama tersingkir setelah kalah 0-4 di Anfield.

Tapi catatan dosa Valverde tak berhenti di sana. Kekalahan dari Valencia di final Copa del Rey musim lalu dan disingkirkan Atletico Madrid di semifinal Piala Super Spanyol tahun ini menambah panjang daftarnya.


Barcelona pada akhirnya memecat Valverde pada Selasa (14/1/2020) hari ini. Langkah ini memicu polemik, karena manajemen dinilai telah mempermalukan Valverde dengan sudah mencari pengganti saat pemecatan belum dilakukan. Barcelona seperti diketahui sebelumnya sudah menawarkan posisi ke Ronald Koeman dan Xavi Hernandez, dua eks pemainnya.

Manajemen Los Cules juga dipertanyakan keputusannya, karena malah membiarkan Valverde bertahan lebih lama meski sudah merasa tim stagnan. Diyakini, momen paling pas untuk memecatnya adalah pada akhir musim lalu, selepas Barcelona dipermalukan di Anfield dan kehilangan titel Copa del Rey.

Hal lain yang membuat sebagian penggemar Barcelona frustrasi dengan Valverde adalah performa tandang musim ini. Timnya Valverde sudah kalah dalam lawatan ke Athletic Bilbao, Granada, Levante, juga berimbang di Osasuna, Real Sociedad, dan Espanyol.


Bahkan Valverde yang cenderung pragmatis dinilai sudah mereduksi nilai-nilai filosofi permainan Barcelona, yang energik, menekan jauh ke area lawan, dan berani melakukan umpan-umpan tajam. Tapi ia juga pasti paham bahwa Barcelona yang dipegangnya sejak 2,5 tahun lalu bukanlah Barcelona yang dulu berjaya bersama Pep Guardiola.

Ada kaki-kaki yang menua di Barcelona, kaki-kaki dari nama besar periode yang lampau. Kini tantangan itu ada di tangan Quique Setien, si pengganti Ernesto Valverde.



4 Dosa Ernesto Valverde di Barcelona


Simak Video "Valverde Out, Quique Setien In"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com