sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 30 Jun 2020 21:41 WIB

Dear Barcelona, Sudah Lupakah dengan La Masia?

Randy Prasatya - detikSport
Barcelonas Luis Suarez, center, celebrates after scoring the opening goal during a Spanish La Liga soccer match between RC Celta and Barcelona at the Balaidos stadium in Vigo, Spain, Saturday, June 27, 2020. (AP Photo/Lalo Villar) Barcelona belum lagi bisa mengoptimalkan para pemain jebolan La Masia. (Foto: Lalo Villar/AP Photo)
Jakarta -

Akademi sepakbola milik Barcelona, La Masia, disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Ironisnya, kini banyak bakat di La Masia yang justru tak dapat jaminan masuk tim utama.

Lionel Messi, Gerard Pique, Sergio Busquets, Andres Iniesta, hingga Xavi Hernandez adalah deretan jebolan La Masia yang memberi pengaruh besar atas kesuksesan Barca setidaknya dalam dua dekade terakhir.

Mereka berhasil membawa Blaugrana dua kali merebut treble winner, yakni pada 2009 dan 2015. Barca bahkan bisa dikatakan sebagai tim yang menakutkan pada saat itu.

Meski punya tempat penghasil bintang, Barca tak jarang raji belanja jor-joran untuk membawa pemain dari luar La Masia. Sebut saja Thierry Henry, David Villa, Alex Song, Neymar, Philippe Coutinho, Arturo Vidal, Luis Suarez, Antoine Griezmann, Frenkie de Jong, dan baru-baru ini adalah Miralem Pjanic.

BARCELONA, SPAIN - APRIL 07:  A picture collage hanging inside La Masia shows Barcelona youth players from the 1996/1997 season with now star players Andres Iniesta (R) and Carles Puyol (L), on April 7, 2011 in Barcelona, Spain. La Masia is the heart of the Barcelona's youth system and a residence for young players that had to leave their home behind to train at FC Barcelona in both a sporting and intelectual way. Coach Josep Guardiola and players such as Lionel Messi, Carles Puyol and Andres Iniesta have lived at La Masia to become the stars of today's game. Because of the succes the name La Masia is now simply used to refer to the Barcelona youth players. (Photo by Jasper Juinen/Getty Images)Nama-nama jebolan La Masia. (Photo by Jasper Juinen/Getty Images) Foto: Getty Images/Jasper Juinen

Situasi itu tak jarang membuat pemain binaan La Masia dicomot klub lain dan mendapatkan sinar cerah. Seperti halnya Maurio Icardi, Hector Bellerin, Andre Onana, Thiago Alcantara, hingga Cesc Fabregas.

Nama terakhir bersinar di Arsenal dan sempat menjadi kapten. Barca akhirnya memboyong kembali Fabregas dengan harga yang tak murah, namun gagal bersinar di Camp Nou.

Pada pertengahan musim ini Barca justru meminjamkan gelandang muda jebolan La Masia, Carles Alena, ke Real Betis. Di sisi lain, Riqui Puig masih belum dapat banyak kesempatan mengisi lini tengah Blaugrana.

Barca seperti belum bisa memaksimalkan bakat-bakat dari La Masia. Atau memang bukan klub yang selalu punya proyek jangka panjang terhadap bibit muda.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com