sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 26 Agu 2020 20:20 WIB

5 Alasan Lionel Messi Ingin Pergi dari Barcelona

Okdwitya Karina Sari - detikSport
(FILES) In this file photo taken on August 4, 2019 Barcelonas Argentinian forward Lionel Messi waves before the 54th Joan Gamper Trophy friendly football match between Barcelona and Arsenal at the Camp Nou stadium in Barcelona. - Six-time Ballon dOr winner Lionel Messi told Barcelona he wants to leave -- on a free transfer -- in a Ada lima alasan yang memicu Lionel Messi ingin meninggalkan Barcelona. (Foto: AFP/JOSEP LAGO)
Jakarta -

Jagat sepakbola tengah gempar setelah Lionel Messi berniat meninggalkan Barcelona. Ada lima hal yang diyakini menjadi pemicu Messi untuk pergi.

Kerja sama Messi dengan Barcelona berpotensi terputus setelah hampir 20 tahun. Pada Selasa (25/8/2020) waktu setempat, pemilik enam Ballon d'Or itu mengirimkan faksimili kepada Barca, yang meminta agar kontraknya diputus lebih awal dari yang mestinya baru akan berakhir pada 2021.

Keputusan tersebut diambil Messi kurang dari dua pekan setelah Barcelona dipermalukan Bayern Munich 2-8 di perempatfinal Liga Champions. Kekalahan tersebut memperpanjang puasa gelar Eropa Barca menjadi enam musim sekaligus memastikan musim ini tanpa gelar juara.

Skuad yang tak kompetitif plus manajemen klub yang buruk membuat Messi lama-lama gerah di Barcelona. Media berbasis di Catalonia, SPORT, mengemukakan sedikitnya ada lima penyebab yang membuat Lionel Messi ingin mengucap selamat tinggal pada Camp Nou.


1. Kurang Harmonis dengan Manajemen Klub

Meski kontraknya terus diperpanjang, Messi tidak memiliki hubungan yang klop dengan manajemen pimpinan Josep Maria Bartomeu. Apalagi dalam lima tahun terakhir. Messi masih mencintai Barcelona, tapi apa yang terjadi dalam pertandingan melawan Munich menuntut perubahan radikal, dan itu tidak terjadi.

2. Pemecatan Valverde

Sejak menembus tim utama pada 2004, Messi selalu berhubungan baik dengan pelatih-pelatih Barcelona. Mulai dari Frank Rijkaard, Pep Guardiola, Gerardo 'Tata' Martino, Tito Vilanova, Luis Enrique (meski pernah berdebat), dan Ernesto Valverde. Pukulan bagi Messi ketika Valverde dipecat dan menunjuk Quique Setien, keputusan yang sulit dipahami. Pasalnya, Setien dipandang bukan pelatih dengan level Barcelona usai hanya pernah menangani tim-tim macam Las Palmas dan Real Betis.

3. Tidak Setuju dengan Rencana Klub

Sudah lama Lionel Messi tidak terkesan dengan rencana klub dari satu musim ke musim lainnya terkait perekrutan pemain dan investasi yang buruk. Penjualan Neymar seharga EUR 222 juta ke Paris St. Germain dibelanjakan dengan cara yang buruk. Bisa dibilang Barcelona tidak memiliki rekrutan berhasil, sebut saja Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele. Ditambah dengan hubungan buruk dengan mantan direktur klub Eric Abidal, Messi berpikir Barcelona menghancurkan dirinya sendiri di setiap bursa transfer.

4. Perlakuan pada Luis Suarez

Messi tidak suka dengan cara Barcelona menyingkirkan Luis Suarez. Bomber Uruguay itu dihubungi melalui telepon bahwa dia tidak lagi dibutuhkan di musim depan. Padahal, Suarez merupakan tandem Messi di lapangan sekaligus sahabatnya di luar lapangan. Messi menganggap Suarez layak mendapatkan respek lebih besar.

5. Barcelona Tanpa Rencana Juara, Messi Mulai Kehabisan Waktu

Lionel Messi sudah memikirkan keputusannya tapi menunggu untuk berbicara dulu kepada Ronald Koeman, pelatih baru Barcelona. Dia tidak yakin dengan rencana Koeman dan ragu bisa terus juara bersama Barcelona. Di usianya yang sudah mencapai 33 tahun, Messi sadar dirinya tidak memiliki banyak waktu yang tersisa di level teratas.

(rin/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com