Mohamed Salah Buka Pintu ke Real Madrid atau Barcelona

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 21 Des 2020 19:35 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - NOVEMBER 08: Mohamed Salah of Liverpool reacts during the Premier League match between Manchester City and Liverpool at Etihad Stadium on November 08, 2020 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Martin Rickett - Pool/Getty Images)
Striker Liverpool, Mohamed Salah. (Foto: Getty Images/Pool)
Madrid -

Mohamed Salah sempat mengomentari kansnya bermain di Real Madrid atau Barcelona. Penyerang Liverpool itu dinilai memang membuka pintu pindah ke Spanyol.

Kontrak Salah di Liverpool sedianya masih sampai 2023. Namun, dalam wawancara bersama AS, pemain Mesir itu sudah ditanya kansnya pindah ke Real Madrid dan Barcelona.

Salah menjawab normatif. Pemain yang membantu Liverpool juara Liga Champions dan Liga Inggris itu mengaku tak ada yang tahu ke depannya, terkait pindah ke Spanyol.

Komentar itu datang, saat Salah juga mengaku sempat kesal ke Liverpool. Penyebab Salah sempat kesal adalah tak dijadikan kapten saat melawan Midtjylland di Liga Champions.

Alvaro Montero, ahli sepakbola Spanyol, mengomentari situasi Salah. Menurutnya, pemain berusia 28 tahun itu memang tak menutup pintu ingin pindah ke Real Madrid atau Barcelona.

"Di Spanyol, kita melihat Salah tidak menutup pintu untuk Barcelona dan bahkan Real Madrid," kata Montero kepada Sky Sports.

"Sudah rahasia umum, Ronald Koeman [pelatih Barcelona] butuh beberapa pemain. Contohnya, ia meminta Eric Garcia [bek Man City] dan Memphis Depay dari Lyon."

"Dalam kasus Real madrid, sulit untuk saat ini karena masalah ekonomi, meski Salah pemain yang sangat bagus dan Madrid jelas membutuhkan gol-golnya bersama Karim Benzema. Itu nyaris mustahil."

"Misalnya, Real Madrid baru menggelar pertemuan tahunan, dan menyadari telah merugi 107 juta euro karena krisis virus corona. Setelah pajak, mereka menutup tahun hanya dengan 313 ribu, yang tentu saja jumlah itu sedikit, bila menghitung anggaran mereka setiap tahunnya melebihi 800-850 juta euro," jelas Montero.

(yna/mrp)