Messi yang Ahli Membaca Lawan

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 23 Des 2020 20:45 WIB
BARCELONA, SPAIN - OCTOBER 24: Carlos Casemiro of Real Madrid CF tackles Lionel Messi of FC Barcelona during the La Liga Santander match between FC Barcelona and Real Madrid at Camp Nou on October 24, 2020 in Barcelona, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Alex Caparros/Getty Images)
Lionel Messi. (Foto: Alex Caparros/Getty Images)
Madrid -

Lionel Messi mendapat pujian setelah bisa membuat 644 gol untuk Barcelona. La Pulga dinilai ahli membaca lawan, khususnya kiper.

Messi menorekan tinta emas, saat Barcelona menggulung Real Valladolid 3-0 di Estadio Municipal Jose Zorrilla, Rabu (23/12/2020) dini hari WIB. Satu golnya berujung rekor.

Satu gol itu membuat Messi melewati catatan Pele, sebagai pencetak gol terbanyak untuk satu tim sepanjang massa. Messi punya 644 gol untuk Barcelona, melewati Pele yang bikin 643 gol untuk Santos.

Rentetan gol itu bukan hal mudah untuk dicapai. Messi dinilai benar-benar ulung membuat gol.

Jan Oblak, kiper Atletico Madrid, menilai Messi begitu ahli membaca gerak-gerik lawan, khususnya kiper. Hal itu yang membuatnya bisa mudah menjebol gawang lawan dan bisa menentukan hasil akhir pertandingan.

"Dia memperhatikan kaki saya. Jika saya membuat langkah, dia akan melihatnya dan menendang ke sisi lain. Inilah mengapa dia yang terbaik. Inilah mengapa dia begitu sulit. Dia tidak menunjukkannya, tapi dia selalu melihat Anda," kata Oblak kepada Sky Sports.

"Dia selalu memperhatikan Anda. Matanya tertuju pada bola, tapi dia melihat Anda. Dia melihat segalanya."

"Aneh. Terkadang, Anda berpikir Anda bisa mengendalikan tim lawan, khususnya dia. Tapi sedetik kemudian, dia mengubah permainan, dia mencetak gol, dan Barcelona menang."

"Kadang-kadang Anda tidak melihatnya. Mungkin Anda berpikir itu tidak berbahaya. Tapi kemudian dia mencetak gol. Ini terjadi pada kami musim lalu. Anda harus 100 persen berkonsentrasi. Dia masih pemain terbaik di dunia," jelas kiper asal Slovenia itu.

(yna/cas)