Riqui Puig Kaget Sendiri Bisa Bikin Gol Lewat Sundulan

Randy Prasatya - Sepakbola
Senin, 25 Jan 2021 23:00 WIB
ELCHE, SPAIN - JANUARY 24: Antoine Griezmann of Barcelona looks on as Riqui Puig of Barcelona scores their sides second goal whilst under pressure from Josan of Elche CF during the La Liga Santander match between Elche CF and FC Barcelona at Estadio Martinez Valero on January 24, 2021 in Elche, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Angel Martinez/Getty Images)
Riqui Puig mencetak gol untuk Barcelona dengan sundulan jelang akhir laga. (Foto: Getty Images/Angel Martinez)
Jakarta -

Riqui Puig bukan pesepakbola yang punya postur tinggi. Dia pun tak menyangka bisa mencetak gol dengan sundulan.

Barcelona berhasil memetik kemenangan 2-0 saat bertandang ke markas Elche dalam lanjutan LaLiga, Minggu (24/1/2021) malam WIB. Gol Blaugrana dicetak oleh Frenkie de Jong dan Riqui Puig.

Puig sangat senang dengan gol ini. Selain menjadi gol debut di LaLiga, ini juga merupakan pertama kalinya dia mencetak gol dengan kepala.

Berdasarkan catatan Transfermarkt, Riqui Puig sudah mencetak tiga gol untuk Barcelona U-19 dan dua di Barcelona B. Semua lahir lewat kaki kanan.

Menjadi hal yang wajar jika Puig senang bisa mencetak gol dengan kepala. Hal itu karena Puig cuma punya tinggi badan 169 centimeter, terhitung sangat pendek untuk melakukan duel udara.

"Tidak dipercaya saya mencetak gol dengan kepala. Saya tidak berpikir telah melakukannya sejak saya berada di tim Cadete A (U-16). Saya juga tidak mencetak banyak gol. Sekarang saya telah melakukannya dengan kepala saya," kata Puig seperti dikutip dari Marca.

Riqui Puig belum mendapatkan menit bermain yang diharapkan. Meski jarang tampil, dia selalu tidak mau menyerah dan tampil berani dalam memikul beban, seperti saat menjadi eksekutor penalti terakhir di semifinal Piala Super Spanyol.

"Saya mengalami musim yang cukup sulit karena saya tidak terbiasa bermain terlalu sedikit. Tapi saya semakin kuat secara mental. Saya senang dengan kerja keras tim dan bagaimana rekan satu tim membantu saya," gelandang 21 tahun itu mengungkapkan.

(ran/krs)