sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 17 Feb 2021 02:00 WIB

Bos Bayern Munich Tertawakan Kontrak Rp 9,4 T Messi di Barcelona

Adhi Prasetya - detikSport
Barcelonas Lionel Messi looks on during a Spanish Copa del Rey quarter finals soccer match between Granada and FC Barcelona at the Los Carmenes stadium in Granada, Spain, Wednesday, Feb. 3, 2021. (AP Photo) Messi menerima lebih dari 555 juta Euro pada kontrak terakhirnya di Barcelona. Foto: AP/
Jakarta -

Lionel Messi diketahui memiliki nilai kontrak yang tinggi di Barcelona. Chairman Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge tertawa mendengar nominal gila tersebut.

Kontrak bersama Barcelona yang terakhir ditandatangani Messi pada November 2017 lalu diketahui bernilai lebih dari 555 juta Euro atau sekitar Rp 9,4 triliun, dan berlaku sampai Juni 2021. Harian El Mundo yang membocorkan laporan tersebut, diduga lewat bantuan orang dalam.

Meski Barcelona sudah membayar setidaknya 511 juta Euro kepada Messi, namun sisanya diprediksi akan tersendat, mengingat sekarang Barcelona tengah diterpa krisis finansial, yang memaksa mereka berhemat, termasuk soal gaji.

MUNICH, GERMANY - OCTOBER 21: Karl-Heinz Rummenigge, CEO of FC Bayern München looks on prior to the UEFA Champions League Group A stage match between FC Bayern Muenchen and Atletico Madrid at Allianz Arena on October 21, 2020 in Munich, Germany. (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images)Chairman Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge. Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein

Bocornya angka kontrak Messi di Barcelona menjadi perbincangan banyak pihak, tak terkecuali Rummenigge. Namun bagi pria 65 tahun itu, Messi justru adalah sosok yang cerdas, karena berhasil 'menguras' kas Barcelona.

"(Soal kontrak Messi) Saya tertawa mendengarnya. Saya hanya bisa memberinya ucapan selamat karena dia bisa mendapat nilai kontrak setinggi itu," kata Rummenigge kepada Corriere dello Sport, dikutip Marca.

Berbicara lebih lanjut, eks penyerang Timnas Jerman Barat pada 1976-1986 itu merasa selama sedekade terakhir harga pemain melonjak di luar batas kewajaran, seperti nilai transfer Neymar dari Barcelona ke Paris Saint-Germain yang mencapai 222 juta Euro, memecahkan rekor dunia.

Belum lagi besaran gaji yang harus ditunaikan kepada para pemain, terutama yang sekelas Messi, membuat jurang finansial antara klub besar dan klub kecil kian jelas terlihat.

"Selama sepuluh tahun terakhir, kami (pelaku sepakbola) telah berbuat kesalahan karena kami menghabiskan uang lebih banyak untuk para pemain dan juga agen mereka," lanjut Rummenigge .

"Pandemi COVID-19 telah menunjukkan bahwa kita semua perlu melangkah mundur dan kembali ke model bisnis yang lebih wajar. Semoga saja hal itu bisa terjadi, meski tentu tak akan mudah," jelasnya.

(adp/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com