Skandal Barcagate: Spanyol Diminta Usir Bartomeu!

Bayu Baskoro - Sepakbola
Selasa, 02 Mar 2021 19:55 WIB
Barcelona President Josep Maria Bartomeu attends a news conference at Camp Nou stadium in Barcelona, Spain October 2, 2017. REUTERS/Juan Medina
Josep Maria Bartomeu tersangkut skandal Barcagate di Barcelona. (Foto: Juan Medina/Reuters)
Barcelona -

Mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, tersangkut skandal Barcagate. Spanyol diminta segera mengusir Bartomeu yang dianggap telah merusak Blaugrana.

Bartomeu ditangkap kepolisian Catalunya di rumahnya pada Senin (1/3/2021). Penangkapan pria 58 tahun tersebut bersamaan dengan penggeledahan kantor Barcelona oleh pihak kepolisian.

Penangkapan Bartomeu ini berkaitan dengan skandal Barcagate yang menerpanya. Pengusaha Spanyol itu diduga menggunakan jasa buzzer untuk menyerang lawan-lawannya di media sosial, sewaktu dirinya masih memimpin Barcelona.

Josep Maria Bartomeu mengontrak konsultan media I3 Ventures sejak 2017. Perusahaan tersebut yang diduga ditugasi Bartomeu untuk menyerang pihak-pihak yang tak sejalan dengannya, termasuk para pemain dan legenda klub.

Barcelona membantah tudingan penggunaan buzzer usai melakukan audit pada Juli 2020. Namun, kasus ini kemudian meluas dengan adanya dugaan korupsi dan pencucian uang.

Bartomeu dinilai memanipulasi laporan keuangan dengan menggelembungkan biaya jasa I3 Ventures hingga 600 persen. Uang-uang tersebut disalurkan ke beberapa perusahaan yang berkaitan dengan Carlos Ibanez selaku pemilik I3 Ventures.

Skandal Barcagate ini menjadi salah satu pemicu Bartomeu mendapat mosi tidak percaya dari anggota klub. Dia akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya di Barcelona pada Oktober 2020.

Kasus yang melanda Bartomeu pun turut ditanggapi mantan pemain Inter Milan, Daniele Andani. Pria Italia itu menilai Bartomeu pantas diusir dari Spanyol karena sudah menghancurkan Barcelona selama masa kepemimpinannya.

Andani turut mengutuk tindakan Bartomeu yang tidak memperlakukan bintang-bintang Barcelona semisal Lionel Messi dan Gerard Pique. Kedua pemain itu dilaporkan menjadi korban buzzer yang dilancarkan Bartomeu.

"Dalam hidup, anda harus membayar mahal jika anda bertindak dengan cara tertentu. Di level sepakbola, Barcelona telah membuat beberapa bencana nyata dalam 4-5 tahun terakhir," kata Andani kepada Bobo TV, dilansir dari Football Italia.

"Barcelona terus menerus membeli pemain, menumpuk utang dan mendiskreditkan orang-orang seperti Messi dan Pique. Anda menabur angin, anda pun menuai angin puyuh," dia menambahkan.

"Jika benar Bartomeu menggunakan media sosial untuk mendiskreditkan Messi dan Pique, maka dia harus diusir dari Spanyol. Tidak ada ampun baginya. Dia telah menginjak-injak semua orang," ujarnya.

(bay/pur)