Kisah Laporta yang Dulu Pilih Messi Dibanding Robinho

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 08 Mar 2021 12:10 WIB
BARCELONA, SPAIN - MARCH 07: New FC Barcelona President Joan Laporta celebrates during a press conference following his victory in the FC Barcelona President Elections at Camp Nou on March 07, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Kisah Laporta yang Dulu Pilih Messi Dibanding Robinho (Getty Images/David Ramos)
Barcelona -

Joan Laporta kembali terpilih sebagai Presiden Barcelona. Dulu di masa periode pertamanya, dirinya lebih memilih Lionel Messi dibanding Robinho.

Joan Laporta memenangi pemilihan Presiden Barcelona pada Minggu (7/3/2021) waktu setempat. Dia mengungguli dua pesaingnya, Victor Font dan Toni Freixa.

Banner Joan Laporta

Laporta unggul suara mutlak dari dua pesaingnya. Laporta total mengumpulkan 30.184 suara atau 54,28 persen dari jumlah pemilih seluruhnya, sementara Font cuma meraih 16.679 suara atau 29,99 persen, dan Freixa 4,789 suara atau 8,58 persen.

Bagi Laporta, ini kedua kalinya ia menjadi Presiden Barcelona. Sebelumnya, ia pernah menjabat posisi yang sama pada periode 2003-2010.

Joan Laporta, centre, celebrates his victory after elections at the Camp Nou stadium in Barcelona, Spain, Sunday, March 7, 2021. Joan Laporta has been elected Barcelona's president on Sunday, inheriting a club mired in debt and facing daunting problems that include the possible departure of Messi when his contract ends at the end of the season. (AP Photo/Joan Monfort)Joan Laporta (tengah) (Joan Monfort/AP)

Dilansir dari Marca, salah satu fokus Joan Laporta adalah mengikat kembali Lionel Messi. Ikon klub tersebut, memang bakal habis kontraknya di musim panas Juni mendatang.

Soal Messi, Laporta memang punya hubungan yang manis. Karena Laporta, rupanya dulu yang mengorbitkan La Pulga!

Dikisahkan tahun 2005 silam, Robinho dipinang oleh Real Madrid dari Santos. Harganya sekitar 24 juta euro yang merupakan harga cukup mahal saat itu.

Robinho lalu menjelma sebagai idola baru. Gaya mainnya ala Negeri Samba, membuat permainan Real Madrid terlihat lebih menghibur.

ZARAGOZA, SPAIN - MAY 11:   Robinho of Real Madrid celebrates after scoring Real's second goal during the La Liga match between Real Zaragoza and Real Madrid at the Romareda stadium on May 11, 2008 in Zaragoza, Spain.  (Photo by Denis Doyle/Getty Images)Robinho kala memperkuat Real Madrid (Denis Doyle/Getty Images)

Rupanya sebelum bergabung dengan Los Blancos, Robinho memilih Barcelona. Tak ayal, beberapa pemain top Brasil seperti Ronaldo dan Rivaldo pernah berseragam Blaugrana.

"Robinho saat itu mau ke Barcelona. Namun bagi saya, kami sudah memiliki bocah ajaib yang bernama Lionel Messi," terang Laporta.

"Messi yang kala itu berusia 18 tahun, punya bakat yang fantastis. Caranya mengontrol bola luar biasa, mirip-mirip seperti Diego Maradona dan Johan Cruyff," lanjutnya.

HERZOGENAURACH, GERMANY - JUNE 04:  Lionel Messi of Argentina stands in front of flags at the World of Sports Stadium on June 4, 2006 in Herzogenaurach, Germany  (Photo by Jan Pitman/Getty Images for Adidas)Lionel Messi di masa-masa awal berseragam Barcelona (Getty Images)

Joan Laporta pun mendorong Barcelona untuk memprioritaskan Lionel Messi. Akhirnya, Messi menembus skuad utama di tahun 2005 yang kemudian kini sudah 30 lebih trofi dipersembahkannya.

"Kami punya harapan besar kepada Messi, karena itulah saya memilihnya dan tidak tertarik dengan Robinho," tutup Laporta.

(aff/mrp)