Eto'o Kesal Hukuman Zaragoza Ringan
Jumat, 03 Mar 2006 13:02 WIB
Jakarta - Terhinanya harga diri bukanlah perkara kecil. Samuel Eto'o pun mengecam terlalu ringannya hukuman Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) kepada Real Zaragoza atas kasus rasis yang dialami olehnya.Hanya 6000 poundsterling atau sekitar Rp 96 juta jumlah denda yang dikenakan terhadap Zaragoza atas kasus rasis Eto'o. Mendengar hal itu striker Barcelona ini tidak bisa menutupi kekecewaannya.Bagi Eto'o, kasus rasis di sepakbola merupakan sesuatu yang krusial. Apabila ingin menghilangkan kasus rasis, setidaknya hukuman lebih berat seperti larangan bertanding patut dilakukan."Kalau memang ingin menghilangkan rasisme di sepakbola, hukuman harus lebih keras. Hukuman tampil tanpa penonton di kandang sendiri selama setahun cukup pantas diberlakukan," ujar Eto'o dilansir soccernet.Tak hanya mengungkapkan kekesalan, Eto'o juga mengaku bingung mengapa dirinya selalu menjadi objek pelecehan. "Praktis satu stadion melakukannya. Apakah salah jika saya berkulit hitam? Mereka itu bodoh, mereka beli tiket untuk melihat pemain kulit hitam untuk bermain.""Di liga ini bukan saya saja yang berkulit hitam. Saya melakukan apa yang semestinya dilakukan, sebagai pemain bola kami harus membuat keputusan atas kondisi yang tak nyaman ini," tukasnya.Kasus Eto'o itu mendapat dukungan dari kelompok anti rasis yang gencar mengkampanyekan slogan " Let's Kick It Out Racism". Kelompok anti rasis ini pun setuju dengan anggapan hukuman Zaragoza terlalu ringan. "Kami menilai denda seperti itu tak sesuai, khususnya jika ingin memerangi rasisme. Ini isu penting mengingat rasis terjadi di sepakbola Spanyol, yang berarti terjadi pula di ruang keluarga kita karena permainan ini bersifat internasional. Cukup aneh melihat pengelola sepakbola Spanyol menolak parameter lebih keras terhadap rasisme," imbuh Leon Mann, juru bicara Kick It Out.Kasus rasial itu terjadi pekan lalu ketika Barca menggulung tuan rumah 2-0. Sepanjang pertandingan, Eto'o menjadi sasaran ejekan suporter tuan rumah yang meneriakinya dengan meniru suara monyet. Puncaknya di menit 76, Pemain Terbaik Afrika tiga tahun berturut-turut itu, berjalan menuju pinggir lapangan. Namun saat Eto'o akan memberitahukan niatnya kepada wasit, Ronaldinho datang membujuknya agar tetap di lapangan. Pemain Zaragoza Ewerthon juga melakukan hal serupa. Bahkan pelatih Frank Rijkaard pun meminta Eto'o untuk tetap di lapangan menyelesaikan sisa pertandingan.Kasus rasis itu sendiri kemudian dilaporkan wasit Esquinas Torres kepada komite disiplin RFEF yang akhirnya mengeluarkan denda. Ini adalah denda lebih besar yang ditetapkan kepada Zaragoza setelah musim lalu hanya dikenai 3000 euro atas kasus yang sama.Foto: Samuel Eto'o (fussbal) (erk/)











































