Mengingat Lagi Dramatisnya Real Madrid Rebut Gelar LaLiga

Randy Prasatya - Sepakbola
Sabtu, 22 Mei 2021 06:35 WIB
BILBAO, SPAIN - MAY 16:  during the La Liga Santander match between Athletic Club and Real Madrid at Estadio de San Mames on May 16, 2021 in Bilbao, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors.  (Photo by Juan Manuel Serrano Arce/Getty Images)
Real Madrid berjuang hingga akhir untuk rebut gelar juara LaLiga. (Foto: Getty Images/Juan Manuel Serrano Arce)
Jakarta -

Real Madrid butuh keajaiban untuk bisa merebut gelar LaLiga 2020/2021. Los Blancos pernah menjadi kampiun di penghujung musim Laliga.

Meski tipis, Madrid masih punya peluang untuk menjuarai Liga Spanyol musim ini. Los Blancos bersaing ketat dengan Atletico Madrid di klasemen Liga Spanyol.

Madrid saat ini ada di peringkat kedua dengan 81 poin dari 37 pertandingan. Sementara Atletico memuncaki klasemen Liga Spanyol dengan 83 poin.

Pada pekan terakhir, Real Madrid akan menjamu Villarreal, Sabtu (22/5/2021) malam WIB. Di saat bersamaan, Atletico akan tandang ke markas Real Valladolid.

Untuk jadi juara LaLiga, Madrid harus menang atas Villarreal dan berharap Atletico kalah dari Valladolid. Jika Madrid dan Atletico finis dengan jumlah poin sama, maka Karim Benzema dkk yang akan jadi juara karena punya keunggulan head to head atas rival sekotanya.

Madrid tentu sudah tak asing dengan situasi perebutan gelar juara di pekan terakhir. Pada musim 2006/2007, El Real mengalami situasi tersebut bahkan mengejar ketertinggalan dalam waktu tersisa cuma 30 menit.

Kisahnya seperti ini. Madrid dan Barcelona sama-sama mengumpulkan 73 poin sebelum memainkan pekan ke-38. Madrid yang kala itu dibesut Fabio Capello tertinggal 0-1 dari Real Mallorca hingga menit ke-60 pada laga penentuan di Bernabeu.

Di tempat berbeda, Barcelona sudah unggul 4-0 atas Gimnastic de Tarragona. Pada posisi ini tentu Blaugrana yang lebih di atas angin karena Madrid harus bisa mencetak dua gol dalam waktu kurang dari 30 menit untuk kembali memimpin.

Capello kemudian mengganti David Beckham dengan Antonio Reyes di menit ke-66. Pemain pinjaman dari Arsenal itu kemudian menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-68.

Madrid kemudian berbalik memimpin di menit ke-80 lewat gol Mahamadou Diarra di menit ke-21. Reyes kembali mencetak gol untuk memastikan Los Blancos juara lewat tembakan di menit ke-83.

Madrid kemudian menjadi tim yang bersorak di akhir musim dengan kemenangan 3-1. Barcelona harus gigit jari meski di akhir laga mampu menang 5-1.

Sama halnya dengan Madrid, Atletico pernah menjadi juara secara dramatis di pekan terakhir musim 2013/20214. Tim besutan Diego Simeone kebetulan bertemu langsung dengan Barcelona di pekan terakhir selaku rival perburuan gelar.

Atletico dalam posisi mengoleksi 89 poin sebelum laga di mulai dan Barcelona punya 86 poin. Kemenangan sudah cukup membawa Blaugrana juara meski punya poin sama karena bakal unggul head to head.

Barcelona dalam posisi memimpin lebih dulu di menit ke-34 lewat Alexis Sanchez. Atletico sukses memaksakan hasil imbang dan menjadi juara berkat gol Diego Godin di menit ke-49.



Simak Video "Atletico Madrid Ditahan Imbang Getafe"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/mrp)