Tinggalkan Real Madrid, Zidane Beberkan Alasan Sebenarnya

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 31 Mei 2021 13:15 WIB
FILE - in this Thursday, May 31, 2018 file photo Zinedine Zidane listens to the questions of journalists during a press conference in Madrid, Spain. Zinedine Zidane is again stepping down as Real Madrid coach. The club says the Frenchman is leaving his job. It comes four days after a season in which Madrid failed to win a title for the first time in more than a decade. (AP Photo/Borja B. Hojas, File)
Zinedine Zidane mengungkapkan alasannya meninggalkan Real Madrid. (Foto: AP/Borja B. Hojas)
Madrid -

Zinedine Zidane telah memutuskan meninggalkan Real Madrid. Legenda sepakbola Prancis itu mengungkapkan alasan di balik kepergian dirinya.

Zidane angkat kaki dari Santiago Bernabeu setelah Madrid nirgelar pada musim 2020/2021. Di kompetisi domestik Los Blancos finis runner-up Liga Spanyol dan terdepak di babak 32 besar Copa del Rey. Sedangkan di Eropa, Madrid disingkirkan Chelsea di semifinal Liga Champions dengan agregat 1-3.

Nama-nama calon suksesor Zidane mulai bermunculan. Setelah ditolak Massimiliano Allegri, yang memilih kembali ke Juventus, kursi yang ditinggalkan Zidane kini condong ke Antonio Conte, usai membawa Inter Milan menyabet Scudetto.

Dalam sebuah surat terbuka, Zinedine Zidane membandingkan kepergian dia yang sekarang dengan kepergian dia pada tiga tahun lalu. Pemenang Piala Dunia 1998 itu mengungkapkan bahwa dia pergi karena tidak lagi dipercaya Madrid.

"Pada Maret 2019, saya menerima tawaran kembali ke Madrid setelah istirahat selama delapan bulan, karena presiden Florentino Perez meminta saya, tapi juga kalian meminta saya melakukannya. Berada di Madrid selama 20 tahun itu adalah hal paling indah yang pernah terjadi pada hidup saya dan saya tahu bahwa saya berutang sepenuhnya kepada Florentino Perez, yang mendukung saya di 2001," tulis Zidane dalam surat terbuka kepada Madridista, yang dikutip dari AS.

"Dia berjuang untuk mendapatkan saya, mendatangkan saya ke sini ketika beberapa orang menentangnya. Sekarang saya telah memutuskan pergi dan saya ingin menjelaskan alasan-alasannya. Saya pergi bukan karena saya lelah melatih. Pada Mei 2018, saya pergi setelah 2,5 tahun dengan begitu banyak kemenangan dan trofi juara. Saya merasa tim butuh sebuah pendekatan baru agar tetap di level tertinggi."

"Sekarang, banyak hal sudah berbeda. Saya pergi karena saya tidak lagi mendapatkan kepercayaan dari klub yang saya butuhkan, ataupun dukungan untuk membangun sesuatu dalam jangka menengah atau jangka panjang. Saya paham sepakbola kok, dan saya tahu tuntutan-tuntutan di klub seperti Real Madrid."

"Saya tahu ketika Anda tidak menang, Anda harus pergi. Tapi dengan ini sebuah hal yang sangat penting sudah dilupakan, segalanya yang saya bangun dari hari ke hari sudah dilupakan, apa yang saya bawa pada hubungan saya dengan para pemain, dengan 150 orang yang bekerja dengan dan di sekitar tim."

"Saya itu seorang yang terlahir untuk menang dan saya di sini untuk memenangi banyak trofi, tapi lebih penting daripada ini adalah orang-orangnya, perasaan mereka, hidup itu sendiri dan saya punya perasaan bahwa hal-hal ini tidak dianggap, ada kegagalan untuk memahami bahwa hal-hal itu juga menjaga dinamika dari sebuah klub," Zidane menambahkan.

(rin/krs)