Duh, Barca... Masih Anggap Messi Pemainnya, Salah Tag Timnas Argentina

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 05 Jul 2021 13:41 WIB
GOIANIA, BRAZIL - JULY 03: Lionel Messi of Argentina warms up prior to a quarter-final match of Copa America Brazil 2021 between Argentina and Ecuador at Estadio Olimpico on July 03, 2021 in Goiania, Brazil. (Photo by Pedro Vilela/Getty Images)
Lionel Messi tengah membela Argentina di Copa America 2021, saat kontraknya habis bersama Barcelona. Foto: Getty Images/Pedro Vilela
Jakarta -

Lionel Messi sudah tak lagi berstatus pemain Barcelona, tapi pandangan serupa tampak tak berlaku bagi klub kebanggaan masyarakat Catalan tersebut.

Setidaknya itu terlihat dari cuitan akun resmi Barcelona di Twitter, beberapa jam setelah Messi mengantarkan Argentina menghajar Ekuador 3-0 sekaligus lolos ke semifinal Copa America 2021.

Messi mencetak satu gol dan dua assist di laga itu, sekaligus memantapkan diri sebagai top scorer sementara turnamen dengan 4 gol sejauh ini. Akun Barcelona pun langsung memberi pujian.



Barcelona mem-posting video singkat, dengan caption 'Simplemente Leo', ditambah dengan simbol kambing (GOAT), sebuah julukan bagi pemain yang dianggap sebagai terbaik sedunia, plus kode bahwa Messi mencetak satu gol dan dua assist, diakhiri dengan tulisan MVP (pemain paling berharga).

Di paragraf berikutnya, Barcelona menulis "Argentina, diperkuat Leo Messi dan Sergio Aguero, berhasil lolos ke semifinal Copa America."

Lucunya, akun Barcelona salah men-tag akun resmi Timnas Argentina. Mereka mengira akun resmi Albiceleste adalah @afaseleccion, padahal yang asli adalah akun @Argentina, yang memiliki sekitar 3,9 juta pengikut.

Ucapan selamat itu terlihat biasa saja bila hanya Aguero yang disebut, mengingat Kun memang pemain anyar mereka. Tapi cuitan itu akhirnya menjadi lelucon karena memasukkan nama Messi, padahal kontrak La Pulga di Los Cules sudah habis sejak 30 Juni lalu.

Barcelona memang tengah berupaya memperpanjang kontrak Messi, setidaknya dua tahun lagi. Meski begitu, langkah itu tak mudah sebab Barcelona terikat batasan gaji (salary cap) menyusul krisis finansial yang mereka alami.

LaLiga selaku operator kompetisi menegaskan Barcelona harus melepas beberapa pemain lebih dulu untuk melonggarkan alokasi dana gaji, jika ingin membayar Messi dengan harga tinggi.

(adp/krs)