Kepergian Messi Menyisakan Trauma di LaLiga

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Jumat, 13 Agu 2021 16:07 WIB
BARCELONA, SPAIN - AUGUST 08: Lionel Messi of FC Barcelona faces the media during a press conference at Nou Camp on August 08, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by Eric Alonso/Getty Images)
Presiden LaLiga Javier Tebas menyebut kepergian Lionel Messi dari Barcelona meninggalkan trauma (Foto: Getty Images/Eric Alonso)
Jakarta -

Presiden LaLiga Javier Tebas mengomentari kepergian Lionel Messi dari Barcelona. Tebas juga bicara soal penyebab Messi harus hengkang.

Messi dan Barcelona pisah jalan pada musim panas ini setelah lebih dari dua dekade bersama. Bintang asal Argentina itu kini sudah pindah ke Paris Saint-Germain.

Messi pergi dengan meninggalkan berbagai rekor di LaLiga. Dia merupakan top skor sepanjang masa di LaLiga dengan 474 gol yang dihasilkan dalam 520 kali penampilan dalam rentang waktu 2004-2021.

Dengan kepergian Messi, LaLiga sekali lagi kehilangan bintangnya. Presiden LaLiga Javier Tebas mengakui kalau kepergian Messi sedikit menyisakan trauma.

"Tentu saja kami ingin punya pemain-pemain terbaik di LaLiga," ujar Javier Tebas seperti dilansir Sport.

"Neymar sudah pergi, Cristiano sudah pergi, dan sekarang Lionel Messi juga pergi. Kepergiannya agak traumatis, karena segalanya kelihatannya lancar selama satu bulan tapi kemudian semua kandas dalam satu sore."

"Menyakitkan melihat Messi pergi, tapi kami bekerja keras untuk menjaga nilai-nilai dari hak kami."

Sebelum pada akhirnya berpisah, Lionel Messi dan Barcelona kabarnya sudah mencapai kesepakatan pembaruan kontrak berdurasi lima tahun. Messi juga sudah bersedia gajinya dipotong sampai 50 persen.

Namun, Barcelona tetap tak bisa mendaftarkan Messi. Mereka terbentur aturan salary cap yang diterapkan LaLiga.

"Barcelona tidak kehilangan Messi karena ini. Saya menyebutnya karena alasan lain. Klub punya banyak utang dan rugi besar musim lalu," kata Tebas soal kepergian Messi dari Barcelona.

(nds/rin)