Maaf Barcelona, Kamu Belum Jadi Fokus Roberto Martinez

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 06 Okt 2021 08:40 WIB
SEVILLE, SPAIN - JUNE 27: Thorgan Hazard of Belgium celebrates with team mates after scoring their sides first goal during the UEFA Euro 2020 Championship Round of 16 match between Belgium and Portugal at Estadio La Cartuja on June 27, 2021 in Seville, Spain. (Photo by Jose Manuel Vidal - Pool/Getty Images)
Pelatih Timnas Belgia, Roberto Martinez. (Foto: (Getty Images/Jose Manuel Vidal - Pool)
Turin -

Roberto Martinez dirumorkan jadi salah satu pelatih incaran Barcelona. Pria asal Spanyol itu mengaku belum kepikiran sama sekali melatih Blaugrana.

Barcelona dikaitkan dengan sejumlah nama pelatih. Sebab, raksasa LaLiga itu kabarnya siap memecat Ronald Koeman.

Hasil buruk di beberapa pertandingan terakhir menjadi alasannya. Nama-nama top seperti Xavi Hernandez, Antonio Conte, Andrea Pirlo, dan Roberto Martinez masuk dalam daftar.

Nama terakhir disebut menjadi calon potensial untuk membesut Barcelona. Namun, Martinez sendiri kini sedang melatih Timnas Belgia.

Martinez memang melejit namanya sejak melatih Belgia. Ia membawa Rode Duivels finis ketiga di Piala Dunia 2018, dan kini sedang memimpin Kevin De Bruyne dkk di semifinal UEFA Nations League 2021.

Saat disinggung kembali soal kans melatih Barcelona, Roberto Martinez mengaku belum kepikiran sama sekali. Fokusnya saat ini adalah membawa Belgia juara UEFA Nations League.

"Saya belum benar-benar memikirkannya. Saya memikirkan Nations League selama satu setengah tahun dan itulah yang membuat saya khawatir sekarang. Pendapat saya akan sangat tidak selaras," kata Martinez, dilansir AS.

Martinez sendiri menyadari kerasnya melatih di Spanyol. Pria yang sempat melatih Real Zaragoza itu menyindir bahwa dirinya mulai dilirik fans Spanyol sejak membawa Belgia tampil apik di Piala Dunia tiga tahun lalu.

"Dengar, saya sudah jauh dari rumah selama bertahun-tahun," katanya.

"Tidak banyak penggemar yang tahu tentang karier saya, bahwa saya tujuh tahun berturut-turut di Premier. Ini membuat saya tertawa. Saya pikir ada perubahan di Piala Dunia 2018."

"Kami mendapat kasih sayang dari fans Spanyol. Saya menyadarinya. Bagi saya, itu ilusi yang luar biasa. Dari sana, para pelatih selalu menjadi rumor. Ketika tim menang, Anda memimpikan proyek lain, dan ketika tim kalah, Anda berada di ambang pemecatan. Anda terbiasa dan Anda hidup di luar semua ini," terang Roberto Martinez.

(yna/bay)