Xavi Bikin Pemain Muda Barcelona Bisa Bermimpi Lagi

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 31 Des 2021 21:00 WIB
BARCELONA, SPAIN - DECEMBER 04: Xavi, Head Coach of FC Barcelona looks on prior to the La Liga Santander match between FC Barcelona and Real Betis at Camp Nou on December 04, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by Alex Caparros/Getty Images)
Xavi membawa angin segar untuk para pemain muda Barcelona. Foto: Getty Images/Alex Caparros
Jakarta -

Kehadiran Xavi Hernandez sebagai pelatih baru Barcelona diyakini memberi harapan bagi para pemain didikan La Masia. Jaminan pemain akademi untuk menembus tim utama kini terbuka lebar.

Semenjak Barcelona mengalami krisis keuangan akibat pandemi COVID-19 yang berujung penerapan pembatasan jumlah gaji pemain (salary cap), mempromosikan para pemain dari akademi mau tak mau menjadi pilihan.

Padahal, sewaktu Josep Maria Bartomeu menjabat sebagai Presiden Barcelona selama hampir tujuh tahun, para pemain potensial dari La Masia cenderung diabaikan, kecuali yang sudah menembus tim inti sejak lama seperti Sergio Busquets dan Lionel Messi.

Sekarang, para pemain seperti Gavi, Nico Gonzalez, Oscar Mingueza, Riqui Puig, Ferran Jutgla hingga Abde Ezzalzouli diberi kesempatan main lebih banyak di Barcelona, bahkan ada yang menjadi starter. Sebuah hal yang sulit terjadi di rezim Bartomeu.

Situasi berkah dalam musibah ini dipuji oleh eks jebolan La Masia yang kini membela Real Mallorca, Jordi Mboula. Pemain yang menimba ilmu di La Masia pada 2010-2017 itu senang melihat rekan-rekannya berhasil menembus tim utama.

"(Dengan Xavi), kamu melihat hal-hal yang berbeda. Ada banyak hal yang perlu diperbaiki, tapi mereka sudah di trek yang tepat. Saya senang dengan kebijakan yang sekarang, lebih memerhatikan pemain akademi ketimbang membeli pemain bintang," ujar Mboula kepada Diario Sport.

gavi pablo gavi barcelonaGavi, salah satu pemain akademi Barcelona yang bersinar musim ini. Foto: Instagram @pablogavi10

"Saya turut bahagia atas apa yang dicapai rekan-rekan saya di Barcelona, yang akhirnya mendapat kesempatan, juga untuk anak-anak dari level bawah yang sekarang bisa kembali bermimpi menembus tim utama suatu hari nanti."

"Pada akhirnya, kami yang ada di akademi berlatih bertahun-tahun demi mewujudkan mimpi bermain di tim utama."

"Sekarang hal itu jadi lebih realistis ketimbang beberapa tahun sebelumnya, ketika akademi tak begitu diperhatikan. Juga saat itu tim utama ada di level mengerikan, sehingga sulit untuk mendapat tempat," jelas pemain 22 tahun itu.

(adp/krs)