ADVERTISEMENT

Strategi Laporta Mau Bawa Haaland ke Barca Bukan Cuma Modal Nekat

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 07 Jan 2022 11:00 WIB
Dortmunds Erling Haaland celebrates his second goal during the German Bundesliga soccer match between Borussia Dortmund and Greuther Fuerth in Dortmund, Germany, Wednesday, Dec. 15, 2021. (AP Photo/Martin Meissner)
Haaland, mesin gol yang diminati banyak klub-klub besar Eropa. Foto: AP/Martin Meissner
Jakarta -

Barcelona dilaporkan masih berpeluang merekrut Erling Haaland di musim panas nanti. Namun ada penyesuaian yang perlu dilakukan demi memudahkan jalan penyerang Borussia Dortmund itu datang ke Camp Nou.

Barcelona diketahui memiliki utang yang menumpuk. Pada awal tahun lalu, dilaporkan jumlahnya sekitar 1,3 miliar Euro. Akibatnya, pos gaji pemain diperketat, yang membuat gerak Barcelona di bursa transfer terbatas.

Tak boleh ada pemain masuk kecuali ada yang keluar, dan pendapatan yang diterima pun hanya 25 persen yang boleh dipergunakan untuk belanja pemain, sisanya untuk mencicil utang.

Tapi di tengah kesulitan finansial itu, Barcelona di bawah kepemimpinan Joan Laporta justru 'bertingkah' layaknya klub sehat. Ferran Torres dibeli seharga 55 juta Euro dari Manchester City, meski belum bisa didaftarkan karena harus ada pemain lain yang dilepas.

Semakin mengherankan ketika Laporta berani bermimpi bisa mendatangkan Haaland, penyerang tajam yang diminati berbagai klub kaya macam Paris Saint-Germain, Manchester City, hingga Real Madrid yang telah berhemat selama dua tahun terakhir.

Jurnalis asal Spanyol, Guillem Balague kepada BBC Radio 5 Live menjelaskan mengapa Barcelona berani melakukan langkah tersebut. Menurutnya, Laporta bukan cuma modal nekat.

BARCELONA, SPAIN - JANUARY 03: Ferran Torres and FC Barcelona president Joan Laporta acknowledge the fans as he is presented as a FC Barcelona player at Camp Nou on January 03, 2022 in Barcelona, Spain. (Photo by David Ramos/Getty Images)Ferran Torres, rekrutan anyar Barcelona di bulan Januari 2022. Foto: Getty Images/David Ramos

"Bagaimana mereka mengejar Haaland? Tentu dengan melepas sejumlah pemain. Philippe Coutinho, Samuel Umtiti, Sergino Dest, Clement Lenglet, Frenkie de Jong, Martin Braithwaite, Oscar Mingueza, Luuk de Jong masuk daftar jual dan setelahnya baru mereka bisa merekrut seseorang. Rumit, tapi bukan mustahil," jelas Balague.

"Hubungan Mino Raiola (agen Haaland) dan Laporta sangat dekat. Jika uangnya tersedia, Barcelona akan dipertimbangkan. Gantinya, Laporta harus merekrut sejumlah pemain muda yang ada dalam naungan Raiola."

"Jika Barcelona berhasil mendapat uang itu, Haaland mau pindah ke Barcelona. Tapi itu yang Raiola katakan pada Laporta. Saya ragu dia sudah berhenti bicara dengan klub-klub lain, termasuk Juventus, Paris Saint-Germain, atau klub-klub Premier League," jelas Balague.

BARCELONA, SPAIN - NOVEMBER 08: New FC Barcelona Head Coach Xavi Hernandez (R) and Joan Laporta, President of FC Barcelona pose for a photo during a press conference at Camp Nou on November 08, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by David Ramos/Getty Images)Laporta tampak ingin 'membuang' semua pemain peninggalan Bartomeu, membuat era baru bersama Xavi Hernandez. Foto: (Getty Images/David Ramos)

Selain uang dari penjualan pemain, Balague mengatakan Barcelona tengah berusaha mendapat pinjaman bank investasi asal Amerika Serikat, Goldman Sachs yang jumlahnya mencapai 1,5 miliar Euro. Uang itu untuk membangun ulang stadion dan segala penunjangnya.

Sebelumnya, Goldman Sachs sudah mengucurkan pinjaman sebesar 595 juta Euro. Sebagian dari angka-angka tersebut akan dipakai menutup hutang.

Tambahan uang lain bisa didapat jika Barcelona bersedia menjalin kerja sama dengan investor swasta, CVC Capital yang selama ini selalu ditolak oleh mereka. Semua uang yang disebutkan bisa membantu pergerakan Barcelona dalam urusan transfer dan salary cap.

Haaland, yang mencetak 76 gol dari 75 laga bersama Dortmund selama dua tahun terakhir, dilaporkan memiliki klausul pelepasan yang nilainya cuma sebesar 75 juta Euro dan aktif di musim panas nanti. Inilah yang membuat sejumlah klub besar Eropa, termasuk Barcelona belingsatan mengejarnya.

(adp/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT