Valverde: Tuntutan di Barcelona Tinggi, tapi Lihatlah Sekarang

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 28 Jan 2022 12:15 WIB
BARCELONA, SPAIN - SEPTEMBER 24: Head Coach Ernesto Valverde looks on during the Liga match between FC Barcelona and Villarreal CF at Camp Nou on September 24, 2019 in Barcelona, Spain. (Photo by Alex Caparros/Getty Images)
Ernesto Valverde anggap kinerjanya di Barcelona cukup bagus. (Foto: Alex Caparros/Getty Images)
Jakarta -

Ernesto Valverde buka suara soal kiprahnya di Barcelona, yang disebutnya cukup bagus. Tapi ia harus mengalah pada tuntutan besar di Barca.

Ernesto Valverde menangani Barcelona sejak Mei 2017 hingga Januari 2020. 2,5 musim bekerja di Camp Nou, pria yang juga mantan pemain Barca itu memenangi dua gelar LaLiga dan masing-masing satu titel Copa del Rey dan Piala Super Spanyol.

Di Liga Champions, Barcelona tak terlalu bagus di bawah arahannya. Mereka terhenti di perempatfinal dan semifinal pada musim 2017/2018 dan 2018/2019, lalu meninggalkan tim sebelum fase gugur musim 2019/2020.

Dalam periode itu lah Barcelona mengalami dua comeback pahit di Liga Champions. Mereka disingkirkan AS Roma lewat gol tandang dengan agregat 4-4 di perempatfinal 2017/2018, lalu didepak Liverpool 3-4 di semifinal musim berikutnya. Keduanya ditelan selepas unggul 4-1 dan 3-0 pada leg pertama.

Pada akhirnya Valverde dipecat setelah serangkaian hasil mengecewakan di periode Desember-Januari musim 2019/2020. Ia merasa secara keseluruhan kinerjanya relatif bagus, tapi memang sulit memuaskan seluruh pihak di Barcelona.

Valverde lantas menyoroti bagaimana Barcelona belum juga tampil lebih baik selepas kepergiannya, bahkan musim ini tergusur ke Liga Europa.

"Kami memenangi dua titel liga dan itu bagus. Tapi ya tak cukup bagus buat sejumlah orang," ungkap Ernesto Valverde kepada Libero dikutip Marca.

"Saya di sana selama 2,5 tahun, berada di urutan pertama dalam tiga tahun penampilan kami di fase grup Liga Champions dan dengan satu laga tersisa. Dalam tiga tahun itu kami tak butuh laga terakhir (untuk lolos)."

"Tapi hal-hal semacam ini ketika terjadi, itu bagus, kami dan grup secara umum mengapresiasinya, tapi beda urusan dengan orang-orang lain. Tapi kami mengapresiasinya karena itu sulit buat kami dan sekarang...well, lihat saja," imbuh pelatih 57 tahun tersebut.



Simak Video "Tuchel Siap Sopiri Pemain Chelsea Naik Bus ke Lille"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/aff)