ADVERTISEMENT

LaLiga Persiapkan Berbagai Langkah Hukum Melawan PSG

Bayu Baskoro - Sepakbola
Sabtu, 18 Jun 2022 15:05 WIB
French-Spanish lawyer Juan Branco speaks during a press conference after the Spanish Football League filed complaints with UEFA against Paris Saint-Germain (PSG) football club for
Juan Branco, pengacara LaLiga melawan PSG. (Foto: AFP via Getty Images/BERTRAND GUAY)
Jakarta -

LaLiga mengecam kontrak baru yang diberikan Paris Saint-Germain kepada Kylian Mbappe. Berbagai langkah hukum disiapkan otoritas Liga Spanyol itu.

PSG mengikat Mbappe dengan kontrak baru berdurasi tiga tahun. Kontrak tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi kepindahan sang pemain ke Real Madrid.

Dalam kontrak barunya itu, Mbappe bakal menerima gaji bersih 100 juta euro (Rp 1,54 triliun) per tahun. Bomber 23 tahun tersebut juga diberi kuasa menentukan aktivitas transfer klub.

Batalnya Kylian Mbappe ke Real Madrid akibat kontrak baru Paris Saint-Germain membuat berang LaLiga. Javier Tebas selaku presiden LaLiga menilai Les Parisiens melanggar Financial Fair Play (FFP) demi bisa mengikat Mbappe.

LaLiga mengajukan keluhan tertulis kepada UEFA perihal kontrak baru Mbappe di PSG. Tak lama berselang, LaLiga membawa masalah ini ke ranah hukum.

Sejumlah langkah hukum disiapkan LaLiga. Mulai dari banding ke otoritas Liga Prancis (LFP), badan kontrol keuangan klub-klub Prancis (GNDC), hingga permintaan kepada Kementerian Olahraga Prancis agar kontrak baru Mbappe dicabut.

"LFP semestinya tidak pernah mengesahkan kontrak tersebut. DNGC harusnya mencatat pelanggaran PSG terhadap aturan permainan keuangan yang adil dalam skala nasional, tapi juga Eropa," kata pengacara LaLiga, Juan Branco, dilansir dari Le Parisien.

"LaLiga meminta pencabutan keputusan persetujuan yang diambil LFP terkait dengan kontrak apa pun yang ditandatangani PSG setelah 25 Juni 2021. Tuntutan ini diambil guna mendapat kualifikasi ulang kontrak sebelum bergulirnya musim baru," sambungnya.

"LaLiga akan mengajukan banding ke LFP agar menghubungi DNGC untuk pemeriksaan ulang. Apabila langkah-langkah itu tak berhasil, kami akan membawa ini ke hadapan Pengadilan Tata Usaha Paris," Branco mengungkapkan.

Langkah hukum yang diambil LaLiga tak hanya sebatas di Prancis saja. LaLiga juga bakal meminta Komisi Eropa (badan eksekutif Uni Eropa) untuk menyelaraskan peraturan terkait dugaan penyalahgunaan posisi dominan yang dilakukan PSG.



Simak Video "Blaugrana Gagal Menang Semenit Sebelum Bubar"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/yna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT