ADVERTISEMENT

Eks Presiden Barca: Guardiola Pergi karena Masalah di Ruang Ganti

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 06 Jul 2022 23:10 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - NOVEMBER 01:  Manchester City manager Josep Guardiola shouts instructions to his team from the dug-out during the UEFA Champions League match between Manchester City FC and FC Barcelona at Etihad Stadium on November 1, 2016 in Manchester, England. (Photo by Chris Vaughan - CameraSport via Getty Images)
Pep Guardiola disebut meninggalkan Barcelona karena berselisih dengan para pemain. (Foto: CameraSport via Getty Images/Chris Vaughan - CameraSport)
Barcelona -

Mantan Presiden Barcelona Sandro Rosell membantah kepergian Pep Guardiola karena dirinya, melainkan perselisihan di ruang ganti. Rosell juga mengklaim, Barcelona mencapai puncak kesuksesan di eranya.

Guardiola pernah menangani Barcelona di antara 2008-2012, yang menandai pergantian kepresidenan dari Joan Laporta kepada Sandro Rosell. Di Barcelona pula Guardiola membangun reputasi sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.

Guardiola mengorbitkan pemain-pemain lulusan akademi sepakbola La Masia seperti Lionel Messi, Xavi, Andres Iniesta, Sergio Busquets, dan Gerard Pique. Bersama mereka, Guardiola sukses mempersembahkan total 14 titel juara termasuk enam gelar dalam setahun pada 2009. Sedangkan Barcelona-nya Guardiola dianggap sebagai salah satu tim terbaik, kalau bukan tim terbaik, dalam sejarah sepakbola.

Meski demikian, kerja sama Pep Guardiola dan Barcelona harus berakhir pada musim panas 2012. Guardiola beralasan bahwa dirinya sudah kelalahan secara fisik maupun mental. Namun, adapun rumor yang menyebut kepergian Guardiola karena punya hubungan buruk dengan Rosell.

Guardiola memilih beristirahat selama setahun kemudian melatih Bayern Munich sebelum bergabung Manchester City sampai saat ini. Sandro Rosell membantah anggapan dirinyalah yang menyebabkan Guardiola meninggalkan Camp Nou.

"Itu tidak benar," ucap Rosell kepada El Periodico. "Baik Guardiola maupun para pemain sudah menjelaskannya secara aktif dan pasif. Pep pergi karena perdebatan dengan para pemain, karena sebuah masalah di ruang ganti."

Era Sandro Rosell di Barcelona ditandai dengan delapan trofi juara, di antaranya dua gelar Liga Spanyol, satu Copa del Rey, dan satu Liga Champions. Rosell mengklaim pencapaiannya di dalam maupun luar lapangan tidak tersaingi oleh presiden Barca manapun.

"Dalam kaitannya dengan titel juara, uang yang dihasilkan, warisan yang diciptakan, dalam fungsi sosial, di dalam yayasan, kami adalah yang terbaik. Ada datanya," sambung dia.

"Anda boleh mengatakan: 'Saya tidak suka Rosell, saya tidak tahan dengan dia.' Namun, data obyektif dari manajemen saya telah ditampilkan dan diaudit di laman resmi Barca. Saya tidak pernah membela diri sendiri, tapi angka-angkanya menyebutkan demikian," Sandro Rosell menambahkan.



Simak Video "Blaugrana Gagal Menang Semenit Sebelum Bubar"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT