ADVERTISEMENT

Barcelona dan Perjudian 'Tuas Ekonomi'

Bayu Baskoro - Sepakbola
Kamis, 18 Agu 2022 17:40 WIB
FC Barcelonas new poland striker Robert Lewandowski with the president of FC Barcelona Joan Laporta during his presentation ceremony at the Spotify Camp Nou Stadium in Barcelona, Spain, on August 5th, 2022.  (Photo by Xavier Bonilla/NurPhoto via Getty Images)
Barcelona aktif di bursa transfer berkat 'tuas ekonomi'. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Barcelona -

Barcelona mengaktifkan economic lever atau 'tuas ekonomi' demi mendapat dana segar di tengah krisis. Langkah tersebut dinilai sebagai perjudian.

Barcelona menjadi salah satu klub paling boros dalam bursa transfer musim panas 2022. Los Cules sudah menghabiskan 153 juta euro dan mendatangkan lima pemain baru.

Raphinha digaet seharga 58 juta euro dari Leeds United, sementara Jules Kounde ditebus 50 juta euro dari Sevilla. Robert Lewandowski direkrut dengan mahar 45 juta euro dari Bayern Munich. Dua pemain lainnya, Franck Kessie dan Andreas Christensen, berstatus free transfer.

Geliat transfer Barcelona yang jor-joran menarik banyak perhatian insan sepakbola. Tidak sedikit yang heran bagaimana klub Catalunya itu bisa keluar uang banyak di tengah krisis finansial.

Ya, Barcelona memang dijerat masalah finansial akibat utang yang mencapai 800 juta euro sejak awal tahun 2020. Los Cules bahkan sampai harus memangkas gaji pemain 50 persen demi bisa menekan pengeluaran.

'Tuas ekonomi' menjadi azimat Barcelona dalam rekrutan pemain. Economic lever diaktifkan melalui penjualan sebagian aset klub demi meraih pemasukan di tengah keterbatasan pendanaan.

Sejauh ini sudah empat 'tuas ekonomi' yang ditarik Barcelona dari penjualan 25 persen hak siar televisi dan 50 persen saham Barca Stdios. Keuntungan yang didapat Blaugrana mencapai kurang lebih 700 juta euro!

Mantan pemain Barcelona, Gary Lineker, menyoroti kebijakan yang diambil Los Cules. Dia menilai economic lever atau 'tuas ekonomi' tak ubahnya perjudian klub.

Dengan uang yang sudah keluar banyak sekali, Barcelona dituntut meraih prestasi demi mendatangkan penonton, penjualan merchandise, atau sponsor yang lebih banyak. Apabila gagal, Barca siap-siap dihajar kesulitan ekonomi lebih parah daripada sebelumnya.

"Barcelona telah membuat taruhan, tapi itu juga bisa membuahkan hasil. Mereka hanya punya dua pilihan," kata Lineker, dilansir dari Mundo Deportivo.

"Mereka bisa saja melunak dan memperkirakan uang datang dari penjualan tiket, tapi mereka telah memilih rute ini. Perjudian ini kemungkinan bisa boncos, tapi semoga saja tidak," sambungnya.

"Saya rasa Barca bisa melewati itu semua. Mereka berhasil mendatangkan beberapa pemain papan atas. Pada titik tertentu, Real Madrid akan kehilangan pemain-pemain hebatnya. Modric, Benzema, dan Kroos sudah di atas 30 tahun dan waktu akan berlalu untuk mereka," Gary Lineker mengungkapkan.



Simak Video "Blaugrana Gagal Menang Semenit Sebelum Bubar"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT