ADVERTISEMENT

Ingin Usir Braithwaite, Barcelona Dinilai Tak Tahu Terima Kasih

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 19 Agu 2022 08:20 WIB
Martin Braithwaite of Barcelona poses prior the Joan Gamper Trophy, friendly presentation match between FC Barcelona and  Pumas UNAM at Spotify Camp Nou on August 7, 2022 in Barcelona, Spain. (Photo by Jose Breton/Pics Action/NurPhoto via Getty Images)
Braithwaite enggan pergi dari Barcelona. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Upaya Barcelona untuk memutus kontrak Martin Braithwaite mendapat cibiran dari Denmark, yang merupakan negeri asal si pemain. Blaugrana dinilai tak punya etika dalam memperlakukan penyerang 31 tahun itu.

Nada sarkas tersebut keluar dari Michael Sahl Hansen selaku direktur Asosiasi Pemain Denmark. Ia mempertanyakan sikap Barcelona yang bagaikan habis manis sepah dibuang. Dulu mati-matian mengejarnya, kini mati-matian mendepaknya.

"Perlakuan yang diterima Martin betul-betul tak masuk akal, antara intimidasi dan pelecehan. Sungguh memalukan melihat bagaimana Barcelona berusaha memutus kontraknya, membuatnya jadi pengangguran," ujar Hansen, dikutip Sport.

"Seorang pemain yang dulu datang untuk menyelamatkan mereka saat sedang tertekan kini malah dipermalukan. Di mana sopannya, coba?" Hansen.

Ucapan Hansen memang tak salah. Braithwaite direkrut dari Leganes pada Februari 2020 dalam situasi darurat, dan dilakukan di luar batas waktu transfer. Barcelona mengajukan pengecualian kepada LaLiga karena Ousmane Dembele cedera panjang.

Barcelona pun menebusnya seharga 18 juta Euro, sesuai dengan nilai klausul pelepasannya. Kini, pelatih Xavi Hernandez tak lagi membutuhkannya, seiring kedatangan sejumlah pemain bintang seperti Robert Lewandowski dan Pierre-Emerick Aubameyang.

Barcelona berupaya memutus kontraknya yang tersisa sampai 2024, namun Braithwaite menolaknya kecuali ia mendapat kompensasi setara dengan nilai gajinya selama dua tahun ke depan. Tawaran yang masuk untuknya pun ditolak.

Sikap Braithwaite, meski dinilai tepat karena memperjuangkan haknya, namun mendapat cibiran dari suporter Barcelona yang diyakini menganggapnya tak mau berkorban. Ia disoraki saat diperkenalkan sebagai bagian dari skuad dalam laga melawan Pumas UNAM pada awal bulan ini.

(adp/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT